Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemblokiran 22 Situs Masih Sisakan Pertanyaan Besar Yang Belum Ada Jawaban

Bagikan:

Hidayatullah.com- Lebih dari sebulan lalu terjadi kasus pemblokiran terhadap 22 situs media Islam meski akhirnya dinormalisasikan kembali. Namun, hal itu masih menyisakan pertanyaan besar yang sampai sekarang belum mampu terjawab.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) hidayatullah.com, Mahladi ketika menjadi pembicara dalam acara diskusi untuk memperingati hari kebebasan pers sedunia dengan tema “Kebebasan dan Penistaan” di Hall Gedung Dewan Pers Lantai 1 Jalan Kebon Sirih Jakarta, Senin (04/05/2015) kemarin.

“Atas alasan apa situs kami ini diblokir? Pertanyaan itu sampai sekarang belum kami dapatkan jawabannya,” tanya Mahladi.

Sebab, menurut Mahladi jawaban dari pertanyaan (pertama, red) itu sangat penting untuk menjawab pertanyaan berikutnya, “Bagaimana supaya kejadian ini (pemblokiran terhadap situs media Islam, red) tidak terulang lagi?”.

Masih menurut Mahladi, pertanyaan kedua itu tidak akan bisa terjawab jika pertanyaan yang pertama tidak terjawab. Oleh sebab itu, lanjutnya, pertanyaan yang pertama harus muncul jawabannya terlebih dahulu.

“Setelah saya berpikir, ternyata pokok permasalahannya adalah satu kata yaitu radikal,” ungkap Mahladi.

Kemudian muncul tiga pertanyaan besar dalam benak Mahladi, “Apa arti kata radikal yang sebenarnya? Apa bahayanya radikal? Dan apa kriteria sebuah situs dikatakan radikal?”.

“Sampai sekarang pertanyaan-pertanyaan itu juga belum terjawab sama sekali,” tegas Mahladi.

Sementara itu, Mahladi menyampaikan jika telah menguhubungi beberapa tokoh masyarakat dan ulama untuk menanyakan istilah radikal, terkait dengan  definisi dari radikal. Definisi radikal itu menurut beberapa ulama adalah menjalankan ajaran agama hingga sampai ke akar-akarnya (atau secara mendaresar, red).

“Saya juga membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari radikal yaitu melakukan perubahan secara cepat. Namun, oleh BNPT diembel-embeli dengan kekerasan,” pungkas Mahladi.*

 

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Alumni Al Azhar Keluarkan Pernyataan Tragedi berdarah di Mesir

Alumni Al Azhar Keluarkan Pernyataan Tragedi berdarah di Mesir

Gaji Penyuluh Agama Jauh di Bawah UMP

Gaji Penyuluh Agama Jauh di Bawah UMP

Sambut Ramadhan, GPR Gelar Tabligh Akbar di LP Khusus Anak

Sambut Ramadhan, GPR Gelar Tabligh Akbar di LP Khusus Anak

Filipina Belajar Pengelolaan Madrasah di Indonesia

Filipina Belajar Pengelolaan Madrasah di Indonesia

Pemerintah Terus Upayakan Pembebasan Satinah dari Eksekusi Mati di Saudi

Pemerintah Terus Upayakan Pembebasan Satinah dari Eksekusi Mati di Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya