Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sudah Saatnya Indonesia Hentikan Pengiriman TKW ke Arab Saudi

ilustrasi
TKW Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam tiga hari belakangan ini, dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) kita, yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Arab Saudi dieksekusi hukuman mati.

Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fahira Idris mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ini.

“Secara pribadi dan mewakili Komite III DPD saya ucapkan duka yang mendalam. Saat ini, tidak ada gunanya saling menyalahkan. Upaya diplomatik seperti apapun sulit dilakukan karena hukum di Saudi berbeda. Selama keluarga korban tidak mau memaafkan dan Raja tidak mengampuni maka hukuman mati tidak bisa dibatalkan,” jelas Fahira dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Sabtu (18/4/2015) malam.

Menurut Fahira, langkah yang paling tepat agar kasus ini tidak kembali terulang adalah Indonesia harus menghentikan pengiriman TKW sebagai PRT ke Arab Saudi

Fahira mengatakan, memang tidak semua TKW yang menjadi PRT di Arab Saudi mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh majikannya, tetapi sebagai negara yang punya harga diri, pemerintah harus punya sikap tegas untuk melindungi nyawa warga negaranya.

Fahira  juga menyayangkan tidak adanya komunikasi diplomatik Arab Saudi kepada Indonesia guna memberitahukan perihal eksekusi ini.

“Ada etika diplomatik dalam hubungan antarnegara di dunia, tapi Saudi tidak mengindahkan itu. Apapun tindakan kejahatan yang dilakukan warga negara kita di negara lain, etikanya, negara tersebut harus memberitahukan tindakan hukum apa yang akan mereka putuskan kepada warga negara kita,” tukas Fahira.

Untuk saat ini, lanjut Fahira, alangkah baiknya pemerintah merilis kepada publik sebenarnya berapa banyak jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang terancam hukuman mati atau yang sedang menunggu eksekusi.

“Publik perlu tahu data pastinya. Pemerintah juga harus merinci perkembangan kasusnya, dan apa saja upaya yang telah dilakukan untuk menyelamatkan warga negara kita yang terancam hukuman mati. Ini penting agar publik terutama keluarga korban tidak terkejut seperti ini,” tegas Fahira.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Uni Eropa dan Amerika Tak Senang Ada Sertifikasi Halal

Uni Eropa dan Amerika Tak Senang Ada Sertifikasi Halal

Gerakan Indonesia Beradab Minta Penegak Hukum segera Menahan Ahok

Gerakan Indonesia Beradab Minta Penegak Hukum segera Menahan Ahok

Klarifikasi Ketua MPR Zulkifli Hasan soal Shalatnya di Iran

Klarifikasi Ketua MPR Zulkifli Hasan soal Shalatnya di Iran

Wapres JK Dorong Ormas Islam Kuatkan Gerakan Ekonomi

Wapres JK Dorong Ormas Islam Kuatkan Gerakan Ekonomi

Anggota TNI-Polri Yang Terkena LGBT Akan Ditandai Kode J4

Anggota TNI-Polri Yang Terkena LGBT Akan Ditandai Kode J4

Baca Juga

Berita Lainnya