Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Kasus Pesta Seks Pelajar Usai UNAS, Pendidikan Kita Dinilai Melahirkan Generasi Rapuh

JPPN
Puluhan pelajar yang terjaring petugas Satpol PP ketika hendak pesta seks usai UNAS
Bagikan:

Hidayatullah.com— Musibah memalukan puluhan pelajar di Kabupaten Kendal yang melakukan pesta seks usai mengikuti ujian nasional (unas) membuat Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Isa Anshori mengaku prihatin.

Menurutnya, pendidikan di Indonesia sekarang ini semakin kehilangan arah dan ujungnya telah melahirnya banyak generasi yang rapuh.

“Pendidikan sebagai sebuah proses ke arah perubahan dan generasi yang beradab ternyata tidak sepenuhnya bisa berjalan dengan baik, “ demikian pernyataannya disampaikan hidayatullah.com, Sabtu (18/04/2015).

Menurut Isa, hal ini disebabkan sistim pendidikan yang dibangun di Indonesia lebih banyak menjauhkan anak dari realitasnya, sehingga anak anak kehilangan njati dirinya dan rapuh dalam tanggung jawabnya.

“Akibatnya anak hanya cenderung memenuhi hasrat kesenangannya semata. Sudah saatnya sekolah kita mereposisi model pembelajaran di tengah sistim yang rapuh ini, “ tambahnya.

Reposisi yang dimaksud adalah menjadikan model pembelajaran dengan melibatkan para keluarga dari anak didik, tentu saja keluarga diharapkan juga peduli terhadap kualitas yang dimiliki untuk ditingkatkan.

Dengan demikian pengawasan terhadap anak dengan melakukan pendidikan yang tepat akan semakin bisa dirasakan unt membentuk anak anak yang bertanggung jawab. Agar tak lagi melahirkan generasi yang rapuh.

Sebelumnya banyak diberitakan media massa,  puluhan pelajar di Kabupaten Kendal hari Kamis (16/04/2015) terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal saat hendak melakukan pesta seks.

Mereka digerebek Satpol PP di kawasan objek wisata Pantai Muara Kencan, di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon Kendal.

Saat dirazia, di antara mereka ada tak mengenakan sehelai benang pun alias telanjang. Tidak menutup kemungkinan para pelajar itu juga sudah melakukan persetubuhan.

Salah satu pelajar yang ikut terjaring razia, sebut saja Luluk (18), warga Gondang Kecamatan Cepiring, mengaku hanya diajak pacarnya. Ia justru tak menyangka ternyata ada razia oleh satpol PP.

“Saya ke sini diajak pacar, bersama teman-teman yang lain. Eh, tidak tahunya dibawa ke sebuah losmen. Tiba-tiba banyak petugas Satpol PP menghampiri, lalu kami dibawa ke kantor,” ucapnya dengan polos sebagaimana dikutip JPNN.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Australia: Demokrasi dan Islam di Indonesia Bergandengan

Australia: Demokrasi dan Islam di Indonesia Bergandengan

Prinsip Mandatory Untuk Sertifikasi Halal

Prinsip Mandatory Untuk Sertifikasi Halal

PusHAMi Diminta Perjuangkan Nama Baik Kartosoewiryo

PusHAMi Diminta Perjuangkan Nama Baik Kartosoewiryo

KPAI: Penyambutan Bebasnya Ariel ‘Peterpan’ Lebay

KPAI: Penyambutan Bebasnya Ariel ‘Peterpan’ Lebay

Sukamta Usulkan Evaluasi Peraturan Tentang Kelautan

Sukamta Usulkan Evaluasi Peraturan Tentang Kelautan

Baca Juga

Berita Lainnya