Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Situs Media Islam Dijanjikan Normalisasi, Pembaca Kecewa Belum Bisa Buka

Bagikan:

Hidayatullah.com- Wakil Ketua Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (FPSIBN), Agus Barnas mengatakan bahwa 12 dari 19 situs media Islam akan dinormalisasikan (dibuka kembali blokirnya,red) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Mulai jam 10.00, dari 11 anggota panel yang membahas 12 situs dari 19 situs yang sebelumnya dilakukan  pemblokiran. Dari 12 situs tersebut, 10 situs yang hadir dalam pertemuan bersama pihak Kemenkominfo. Sementara 2 situs tidak bisa datang yaitu eramuslim.com dan an-najah.net tetapi mengirim surat pernyataan,” kata Agus kepada hidayatullah.com usai melakukan rapat dengan anggota panel 2, Kamis (09/04/2015) kemarin.

“Saat ini sedang dalam proses normalisasi, atau mungkin paling lambat nanti sore. Sedang dikerjakan ini, coba dicek aja dulu sudah bisa diakses belum,” ujar Agus.

Agus menyampaikan dari hasil rapat, tim panel memberikan rekomendasi kepada Kemenkominfo untuk menormalisasi dengan pengawasan terhadap 12 situs yang tadinya diblokir lalu dibuka dengan pertimbangan bahwa hasil pertemuan Selasa (07/04/2015) lalu, ada itikad baik dari pengelola yang menegaskan 12 situs tersebut mengutamakan secara luas menjaga NKRI.

“Atas dasar itulah 12 situs itu dinormalisasikan dengan pengawasan karena tim panel akan terus memonitor, melihat dan menilai situs-situs tersebut,” ungkap Agus.

Sebagaimana pantauan awak hidayatullah.com, 10 perwakilan situs media Islam yang hadir dalam pertemuan dengan Kemenkominfo di antaranya, Muhammad Jibril Abdul Rahman (Pemilik situs arrahmah.com), Mahladi Murni (Pemimpin Redaksi hidayatullah.com), A. Ubaidillah Salam (Pemilik salam-online.com), Agus Sularso (Pengelola aqlislamiccenter.com), Agus Abdullah (Pemimpin Redaksi kiblat.net), Budi Marta (Pengelola gemaislam.com), Widhi (Pengelola panjimas.com), Zulkifli (Pemimpin Redaksi muslimdaily.net), Abdul Halim (Redaktur Pelaksna voa-Islam.com) dan Samin Barkah (Pemimpin Redkasi dakwatuna.com).

“12 dari 19 situs yang telah diblokir itu akan dibuka kembali, dan untuk ke-7 situs lainnya tetap diblokir namun diberikan kesempatan juga untuk melakukan komunikasi kepada Kemenkominfo,” ujar Agus.

Selain itu, Agus mengungkapkan belum ada kriteria yang jelas terkait apa saja yang akan dinilai bermuatan negatif atau tidak dalam pengawasan yang akan dilakukan oleh tim panel. Sebab, lanjutnya, harus dibutuhkan pembahasan yang lebih detai dan mendalam.

“Pengawasan itu dilakukan, jika nanti situs-situs itu dianggap melanggar tim panel, maka tim panel akan memberitahu Kemenkominfo,” pungkas Agus.

Sementara itu, info normalisasi (pembukaan blokir.red) yang disampaikan Agus kepada awak hidayatullah.com pada Kamis (09/042015) siang, belum ada titik terang, sebab 12 situs termasuk hidayatullah.com masih belum bisa diakses hingga sampai berita ini diturunkan Jum’at (10/04/2015) pagi..

Bahkan, saat ditanya apakah ada surat resmi dari Kemenkominfo kepada 12 pengelola situs terkait dengan adanya normalisasi kembali serta kepastian kapan ke-12 situs sudah bisa diakses, Agus menjawab jika dirinya akan menanyakan kembali kepada Menteri Komunikasi dan Informatika.

“Iya, baik. Saya sampaikan ke Kemenkominfo. Tunggu, ya,” kata Agus.

Sementara itu, beberapa pembaca hidayatullah.com khususnya pengguna Telkomsel dan Indosat, sampai pagi ini masih mengeluh tidak dapat membuka situs sebagaimana yang dijanjikan pemerintah.

“Ini pemerintah serius gak sih, saya masih belum bisa buka hidayatullah.com dengan telkomsel sampai sekarang. Padahal janjinya sudah,” kata Ahmad pembaca hidayatullah.com.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Puluhan Koordinator Guru Ngaji Nusantara Mendapat Training MBA

Puluhan Koordinator Guru Ngaji Nusantara Mendapat Training MBA

Ledakan di Kampung Melayu, Saksi: Dekat WC Umum

Ledakan di Kampung Melayu, Saksi: Dekat WC Umum

Driver Ojol: Ustadz Bachtiar Natsir Bagus Kok, Kenapa Dilarang?

Driver Ojol: Ustadz Bachtiar Natsir Bagus Kok, Kenapa Dilarang?

LPA Indonesia Dorong Proses Hukum yang Menyeluruh Terhadap Tindak Perdagangan Orang

LPA Indonesia Dorong Proses Hukum yang Menyeluruh Terhadap Tindak Perdagangan Orang

FUI Dukung Rencana Menkominfo Tutup BB

FUI Dukung Rencana Menkominfo Tutup BB

Baca Juga

Berita Lainnya