Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Pemerintah Dinilai Berlebihan, ISIS Di Timur Tengah Nampak, Komunis Dalam Negeri Tak Kelihatan

Antara
[Ilustrasi] Aksi tolak PKI dan komunisme
Bagikan:

Hidayatullah.com- Direktur Pemerhati Kontra-Terorisme (CIIA), Harits Abu Ulya mengatakan secara aktual Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (Daisy/ISIS/ISIL) bukan menargetkan Indonesia, tetapi eksistensinya ada di Timur Tengah.

“Isu ISIS sudah tidak proporsional di kelola oleh media mainstream, begitu juga pemerintah yang terlalu berlebihan menyikapinya,” kata Harits dalam rilisnya pada hidayatullah.com, Jum’at (20/03/2015).

Menurut Harits orang punya pemikiran yang identik dengan ISIS tidak bisa disebut sebagai tindakan pidana. Dan propaganda yang diarahkan kepada ISIS selama ini, lanjutnya, lebih terkesan upaya kriminalisasi terhadap Islam dan kebangkitan kekuatan politik umat Islam.

“ISIS sudah dianggap ancaman dan common enemy yang serius, padahal hakikatnya itu baru sebatas asumsi,” kata Harits.

Harits menuturkan phobia terhadap Islam dikembangkan secara massif dengan batu loncatan adanya kelompok ISIS atau label kelompok radikal maupun fundamentalis kepada komponen umat Islam yang menyerukan penerapan syariat secara total dalam aspek kehidupan sosial politiknya.

“Bicara soal ancaman atau bahaya, Indonesia sudah dalam kubangan bahaya aktual,” tegas Harits.

Menurut Harits Indonesia dalam cengkraman kapitalisme dan liberalisme dalam berbagai aspeknya. Ditambah lagi dengan kebangkitan paham komunisme yang sudah mulai menyeruak.

“Ini ancaman aktual dan bukan asumsi lagi. Ibarat pepatah ‘kuman disebrang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak’,” kata Harits.

Harits mengungkapkan penyebabnya adalah penguasa dan pengelola negeri Indonesia yang kacamatanya kapitalis-sekuler Liberal. Jadi, lanjutnya, isu terkait dengan Islam dan simbolnya akan selalu diarahkan menjadi obyek kriminalisasi secara sistemik dan target utamanya adalah mereduksi bangkitnya kekuatan politik umat Islam dan demi taguhnya demokrasi absurd di Indonesia yang pro Barat-Kapitalis.

“Masyarakat harus melek politik agar tidak larut dengan propaganda yang kontraproduktif terhadap Islam,” pungkas Harits.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Produsen Sepatu BerLafadz Allah Siap Tarik Produksinya

Produsen Sepatu BerLafadz Allah Siap Tarik Produksinya

Pengungsi di Masid Agung Kediri hampir 3000 Jiwa

Pengungsi di Masid Agung Kediri hampir 3000 Jiwa

‘Gubenur Tandingan’ Desak DPRD Lengserkan Ahok

‘Gubenur Tandingan’ Desak DPRD Lengserkan Ahok

Jimly Assiddiqie: Mengabdi pada Negara tak harus Berkuasa

Jimly Assiddiqie: Mengabdi pada Negara tak harus Berkuasa

Cianjur Kucurkan Rp11 Miliar untuk Didik Penghafal Quran

Cianjur Kucurkan Rp11 Miliar untuk Didik Penghafal Quran

Baca Juga

Berita Lainnya