Ahad, 26 September 2021 / 18 Safar 1443 H

Nasional

Buku Sebagai Alat Bertempur Melawan Musuh

Kunjungan PKU di Kantor Majalah Hidayatullah Jakarta (ilistrasi)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Saat ini umat Islam sedang menghadapi musuh-musuh yang mengusung paham liberalisme, sekularisme, pluralisme, dan relativisme, selain paham-paham yang dapat merusak aqidah. Karena itu, umat Islam harus lebih waspada. Mereka ditunjang oleh dana yang besar sehingga mampu membuat media baik cetak maupun elektronik. Pertarungan antara yang haq dan bathil tampak semakin jelas dan akan terus berlangsung lama.

Hal demikian itu disampaikan oleh Dadang Kusmayadi, Pemimpin Redaksi majalah Suara Hidayatullah di hadapan sekitar 35 dai-dai PKU Universitas Darussalam Gontor, saat berkunjung ke kantor redaksi majalah di Jakarta, Jumat (06/03/2015).

“Karena itu, kami terus berusaha mengkonter pemikiran-pemikiran mereka,” kata Dadang. Dadang mengajak kepada para dai selain berdakwah dengan lisan juga harus mampu berdakwah melalui tulisan. Menurutnya, melalui karya buku-buku dakwah akan lebih menyebar dan ilmunya bermanfaat bagi generasi berikutnya, seperti Imam Syafi’i, Hambali, Maliki, Ibnu Taimiyah, al-Ghazali, dan HAMKA.

“Meskipun penulisnya sudah meninggal tapi karyanya masih bisa dibaca dan memberi manfaat untuk umat. Selain itu, mereka mendapat royalti yang tidak pernah putus dan menjadi bekal amal di akhirat,” ujar Dadang.

Sementara itu, menurut Ustadz Akrim, pembina yang juga ikut mendampingi para dai mengatakan, misi dari program PKU Universitas Daarusalam Gontor di antaranya membekali kader ulama dengan memfokuskan pada penguasaan ilmu-ilmu dasar keislaman sepeeti al-Quran, tafsir, hadits, fiqih dan ushul fiqih. Selain itu, juga memberikan pemahaman tentang tantangan pemikiran Islam kontemporer yang berasal dari metodologi Barat yang berupa liberalisasi, sekularisasi, pluralisme, relativisme dan sebagainya.

“Insya Allah, lembaga kami konsisten mengadakan program ini. Setelah dibekali ilmu para kader-kader ulama ini akan terjun ke masyarakat memberikan pencerahan,” ujar Akrim.

Acara diakhiri dengan saling memberikan cinderamata. Selanjutnya, rombongan dai-dai itu akan melanjutkan kunjungannya ke beberapa lembaga pendidkan di antaranyaUniversitas Assyafi’yah dan PTIQ.*

Rep: Abu Feikar
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Instruksi Presiden Jokowi Musibah

Jokowi Minta “Bersama-sama Menanggung Risiko” Pandemi

Menag Nyatakan Kebebasan Pers Hormati Keyakinan Beragama

Menag Nyatakan Kebebasan Pers Hormati Keyakinan Beragama

Komnas HAM: Pembubaran Organisasi Harus Melalui Putusan Pengadilan

Komnas HAM: Pembubaran Organisasi Harus Melalui Putusan Pengadilan

Fadli Kritik Pemerintah Mencla-Mencle Mengenai Ustadz Abu

Fadli Kritik Pemerintah Mencla-Mencle Mengenai Ustadz Abu

Silaturahim Akbar Umat Islam Hasilkan “Risalah Istiqlal”

Silaturahim Akbar Umat Islam Hasilkan “Risalah Istiqlal”

Baca Juga

Berita Lainnya