Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Korban Rentenir, Kartu ATM Disita dan Ginjal Nyaris Dijual

Ilustrasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Korban jeratan rentenir sepertinya tidak akan pernah habis. Sebut saja namanya Arman. Lelaki paruh baya berprofesi sebagai tenaga sekuriti ini bertahun-tahun terjerat praktek rentenir.

Awal mula Arman meminjam uang Rp 4 juta untuk keperluan keluarga kepada rentenir. Setiap bulan Arman harus mencicil pembayaran hutang dengan bunga 40 persen.

“Gaji saya 2.500.000 per bulan dipotong 40 persen. Itu pun hanya bunganya saja. Cicilan pokoknya belum dihitung,” terang Arman belum lama ini.

Warga Jakarta Timur ini pun tidak mampu mencicil utang kepada lintah darat. Karena menunggak pembayar cicilan pokok maupun bunga selama berbulan-bulan, akhirnya kartu ATM Arman yang biasa digunakan untuk menerima gaji disita oleh rentenir.

“Sudah hampir tiga bulan saya tidak bisa menerima gaji saya, karena langsung di ambil oleh rentenir,” ujar Arman.

Bahkan, untuk melunasi bunga pinjaman yang semakin membesar, istri Arman sempat berfikir ingin menjual ginjal.

“Saya dan istri tobat dari pinjam uang ke rentenir, kasihan istri saya sampai mau nawarin ginjal segala,” tutur Arman dengan mata berkaca-kaca.

Kini kasus Arman ini tengah ditangani oleh Gerakan Anti Riba dan Rentenir (GARR). GARR merupakan lembaga yang konsen memberi advokasi terhadap korban rentenir.

Selain itu lembaga yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat ini juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya riba dan rentenir.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Sudah Seperempat Abad di Indonesia, HTI: Rencana Pembubaran Mengundang Pertanyaan Besar

Sudah Seperempat Abad di Indonesia, HTI: Rencana Pembubaran Mengundang Pertanyaan Besar

BPOM Diminta Perketat Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

BPOM Diminta Perketat Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

[Foto] Bersatu Membantu Palu

[Foto] Bersatu Membantu Palu

Yuk! Datang ke Pekan Islam Ibukota

Yuk! Datang ke Pekan Islam Ibukota

Pemerintah Didesak Mulai Awasi Ketat Penjualan Bahan Baku Miras Oplosan

Pemerintah Didesak Mulai Awasi Ketat Penjualan Bahan Baku Miras Oplosan

Baca Juga

Berita Lainnya