Senin, 25 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Identitas Kemusliman Jurnalis Harusnya Berpengaruh Pada Cara Pandang

Bagikan:

Hidayatullah.com–Identitas sebagai jurnalis Muslim, seharusnya tidak ditanggalkan hanya karena kepentingan bisnis semata. Jurnalis Muslim  juga harus punya sikap jelas walaupun itu berseberangan dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Hal itu terungkap pada diskusi “Peran Strategis Media Dalam Pencerdasan Perempuan-Tantangan Ideologis Di Tengah Rezim Neolib” di Gran Melia, Cikini, Jakarta Pusat belum lama ini.

“Kalau medianya media Islam sudah punya captive market. Ada-nggak ada-iklan, tetap laku. Tapi kalau media nasional, harus punya pemodal yang mau buang uang,” ungkap Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), Iffah Ainur Rochmah.

Pernyataan Rochmah disampaikan melihat ketidakberanian pemberitaan media umum Indonesia untuk secara terang-terangan memihak pada Islam.

“Kita punya tanggungjawab keyakinan. Kita memiliki tanggungjawab amar ma’ruf nahi munkar. Juga tidak dibenarkan oleh Islam, jika melihat kemungkaran yang sifatnya sistemik, lalu kita mendiamkannya,” tukasnya. Iffah menjelaskan, identitas kemusliman seorang jurnalis seharusnya berpengaruh pada cara pandangnya. Selain Iffah acara ini juga diisi Redaktur Senior Harian Umum Republika, Andi Nur Aminah.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Dekatkan Diri pada Allah, Virus Corona Bisa Jadi Peringatan

MUI: Dekatkan Diri pada Allah, Virus Corona Bisa Jadi Peringatan

Dahlan Iskan Ditetapkan Tersangka Kasus Gardu Listrik

Dahlan Iskan Ditetapkan Tersangka Kasus Gardu Listrik

LM3: Aneh Jika Ada Umat Islam Menolak Fatwa Haram Merokok

LM3: Aneh Jika Ada Umat Islam Menolak Fatwa Haram Merokok

BNN Siap Tembak Mati Pengedar Narkoba

BNN Siap Tembak Mati Pengedar Narkoba

Pemuda Al-Azhar Ingin Masjid Kembali Jadi Pusat Kejayaan Islam

Pemuda Al-Azhar Ingin Masjid Kembali Jadi Pusat Kejayaan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya