Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

MIUMI Kritik Dosen UIN Ar-Raniry Yang Ajak Mahasiswanya “Kuliah” di Gereja

Bagikan:

Hidayatullah.com— Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh menanggapi kasus yang menimpa Rosnida Sari, dosen mata kuliah studi gender dalam Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry, Aceh.

Wanita yang juga alumni Universitas Flinders Australia ini kini tengah menjadi pembicaraan warga Aceh sehubungan dengan ulanya membawa mahasiswanya ke gereja di Banda Aceh sebagai alasan bagian dari mata kuliah gender. [Baca: IKAT Ajak Dosen Yang Bawa Mahasiswa ke Gereja Bermuhasabah]

“Menyesalkan dan mengecam keras tindakan Rosnida Sari tersebut. Perbuatan ini tidak bisa ditolerir dan diterima dengan alasan apapun. Tindakannya ini merupakan upaya pemurtadan secara terselubung. Sama seperti cara kerja misionaris yang berusaha memurtadkan orang Islam,” ujar Ketua MIUMI Aceh,Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA kepada hidayatullah.com, Jumat (09/01/2015).

Menurut Yusran Hadi, tindakan dosen UIN ini dinilai menyakiti perasaan umat Islam Aceh.

“Tindakan Rosnida Sari ini telah menyakiti perasaan umat Islam, khususnya umat Islam di Aceh dan keluarga korban (mahasiswa). Begitu pula telah mencoreng dan mencemarkan nama baik Aceh sebagai negeri syariat Islam dan UIN Ar-Raniry secara khusus.”

Ia juga menilai, perbuatan Rosnida Sari telah melanggar syariat Islam dan hukum di Indonesia, karena telah menggiring mahasiswa yang beragama Islam untuk hadir ke gereja untuk mengikuti pelajaran kuliah ajaran Kristen.

Terlebih lagi Rosnida sendiri mengaku dirinya seorang Muslim. Tindakan ini jauh dari nilai-nilai Islam dan local wisdom keanehan.
Karena itu, ia meminta Rektor UIN Ar-Raniry memberi sanksi yang tegas berupa pemecatan/pemberhentian secara tidak hormat sebagai dosen UIN Ar-Raniry.

Karena tindakannya ini telah melanggar etika dan aturan sebagai dosen.

Lebih jauh ia meminta UIN Ar Raniry tidak lagi mengirim dosen-dosennya belajar Islam di Barat.

“Meminta kepada rektor UIN Ar-Raniry untuk tidak mengizinkan dosennya belajar ilmu-ilmu keislaman (ilmu-ilmu syar’i) di negara-negara non muslim seperti Australia, China, korea dan negara-negara Barat. Mengingat negara-negara non muslim tersebut bukan tempat belajar ilmu-ilmu keislaman (ilmu-ilmu syar’i),“ ujarnya.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Untuk Kemajuan Bangsa, Anggota Wantim MUI Serukan Gerakan Muhasabah

Untuk Kemajuan Bangsa, Anggota Wantim MUI Serukan Gerakan Muhasabah

4 Alasan HoA Freeport Dinilai Bukan Kemenangan Indonesia

4 Alasan HoA Freeport Dinilai Bukan Kemenangan Indonesia

Lukman Hakim: Alasan Penundaan Jilbab Polwan Mengada-ada

Lukman Hakim: Alasan Penundaan Jilbab Polwan Mengada-ada

Habib Rizieq: Insya Allah Saya dan Keluarga Tiba di Indonesia 10 November 2020

Habib Rizieq: Insya Allah Saya dan Keluarga Tiba di Indonesia 10 November 2020

60 Persen Anggota Pertuni Aceh Mampu Baca Al Quran

60 Persen Anggota Pertuni Aceh Mampu Baca Al Quran

Baca Juga

Berita Lainnya