Sirah Nabawiyah Telah Diganti Kisah Fiksi Doraemon

Ali bin Abi Thalib berwakaf dengan hasil kebunnya di Yarmuk senilai Rp.8 Milyar. Padahal waktu itu kondisi Ali lapar dengan perut diganjal batu

Sirah Nabawiyah Telah Diganti Kisah Fiksi Doraemon

Terkait

Hidayatullah.com–Bagi anak-anak zaman sekarang, mendapati cerita para Sahabat Nabi Muhammad yang mampu bersedekah sampai 900 ekor unta, tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Apalagi jika generasi saat ini mendapati cerita Sahabat Nabi bisa mampu wakaf senilai milyaran rupiah untuk membangun negeri. Namun kisah seperti ini bulanlah cerita fiksi di sebuah negeri dongeng. Ini fakta di jaman Nabi.

“Kita sudah lama terputus dari riwayat Nabi Muhammad dan para Sahabatnya. Bagaimana kita bisa meyakini kalau cerita-cerita tersebut adalah fakta?”demikian Asep Sobari dalam seminar “Sirah Nabawiyah: Menggali Sirah, Menemukan Titik Balik Peradaban”, di Aula Maftuchah Yusuf, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), belum lama ini.

Seperti diketahui, anak-anak selalu suka dengan hal-hal luar biasa, di luar jangkauan pikiran dan sesuatu yang bisa menjadi imajinasi. Alumni Universitas Islam Madinah itu menilai, kita terbiasa memenuhi imajinasi dengan hal-hal berbau fiksi. Kita terdoktrin, sesuatu hal luar biasa itu selalu fiksi. Padahal hal yang luar biasa itu ada pada fakta.

“Kalau kita membaca periode Sahabat, seolah-olah fiksi. Apa iya? Apa bisa? Artinya, pencapaian generasi itu terlalu jauh di atas jangkauan kita. Misalnya jika dilihat dari kesolehan Nabi Muhammad, shalat malamnya saja sampai membuat kakinya bengkak-bengkak,”ungkap peneliti pada Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations, itu.

Sesungguhnya pemikiran tersebut, lanjut Asep, karena generasi saat ini lebih banyak terpapar film kartun dan animasi.

Rasulullah sebagai sebaik-baik teladan (uswatun hasanah) sudah tergantikan dengan tokoh kartun atau animasi seperti Doraemon dengan baling-baling bambunya.

“Kalau anak kita sekarang hanya menonton doraemon dengan baling-baling bambunya, kenapa kita tidak memaparkan bagaimana kisah para Sahabat dan Ulama zaman dulu yang menempuh ribuan kilo untuk memastikan satu hadits yang tidak Ia ketahui?” Seperti Imam Ahmad yang menempuh ribuan kilo dari Baghdad ke Spanyol untuk mengejar Hadits,”Asep menambahkan.

Belum lagi kalau kita mendengar kesungguhan Ali bin Abi Thalib berwakaf dengan hasil kebunnya di Yarmuk senilai Rp.8 Milyar. Padahal waktu itu kondisi Ali dalam keadaan lapar dengan perut diganjal batu. Apa yang dilakukan oleh Ali, lumrah dilakukan oleh para Sahabat lainnya supaya bisa tetap berjalan meski rasa lapar menggerogoti.

Karena itulah umat Islam penting mempelajari Sirah Nabawiyah (riwayat hidup Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Sahabat), agar bisa dijadikan sebagai jalan keluar setiap persoalan.*

 

Rep: Rias Andriati

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !