Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

NU Berharap Syiah Tak Berkembang di Balikpapan

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Balikpapan, KH. Mohamad Anas Muchtar
Bagikan:

Hidayatullah.com— Pengurus Syuriah NU Provinsi Kalimantan Timur, KH Mohammad Anas Muchtar berharap agar aliran Syiah tak berkembang di Kota Minyak Balikpapan.

Pernyataan ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqin ini terkait adanya gelombang imigran asal Afghanistan dan Iran yang masuk ke kota itu.

“(Ini) cukup meresahkan, kalau seperti di kota besar di Jakarta, sudah biasa barangkali dan mungkin bisa-bisa tidak terdeteksi saking banyaknya,” ungkap Kiai Anas di Ponpes Modern Al-Muttaqin, Gunung Guntur, Balikpapan, Jumat (12/12/2014) kemarin.

Sebulan ini ramai diberitakan gelombang pengungsi dan pencari suaka dari wilayah Afghanistan dan Iran yang tengah berduyun-duyun memenuhi kantor detensi imigrasi se-Indonesia. Di antaranya di wilayah Pekanbaru, Makassar dan Balikpapan.

Akibatnya, hal itu menimbulkan kasak-kusuk di kalangan umat Islam, terlebih lagi setelah didapati temuan di lapangan yang mengungkapkan bahwa mereka beragama Syiah.

Mencurut catatan, sampai hari ini ada sekitar 300 imigran dari Afghanistan masuk ke kota Balikpapan sejak Oktober 2014 lalu.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa para imigran yang membawa dokumen dari UNHCR ini berasal dari Afghanistan dan mengaku bertujuan ke negara ketiga seperti Australia dan New Zealand.

Menurut informasi yang diterima Tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), sejumlah pengungsi yang mengaku beragama Syiah sempat merayakan perayaan Asyura pada bulan Muharram lalu.

Hal inilah yang membuat sejumlah tokoh Islam termasuk Pengurus Syuriah Nahdlatul Ulama Provinsi Kaltim ini semakin mewaspadai gelombang imigran syiah ini.

“Makanya gerakan (imigran syiah, red) itu yang harus kita awasi, mereka kan gerakannya tidak langsung ya, tidak langsung apa yang dia inginkan. tetapi dia mengikuti arus yang ada di daerah itu, diikuti dulu, dilihat tapi lama-lama nanti akan dibelokkan pemahaman mereka,” tambahnya.

Kiai Anas yang belum lama ini mengikuti pertemuan ulama-ulama NU di Ponpes Al-Hikam menyatakan jangan sampai ideologi Syiah yang dibawa oleh para imigran-imigran asing ini berkembang di Indonesia.

“Kita usahakan khususnya di Balikpapan ini, agar kita jangan sampai mereka (Syiah) ini berkembang. Khususnya para pendatang-pendatang itu, harus kita waspadai betul,” pungkasnya.

Menurut Kiai Anas, bagaimanapun kehadiran imigran Syiah ini cukup menjadi pertanyaan. Pasalnya, mereka bisa saja membawa agenda terselubung yang mengancam stabilitas nasional.*/ Fajar (Jitu)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kornas ADK Serukan Seluruh Aktivis Dakwah Kampus Ikut Aksi Besok

Kornas ADK Serukan Seluruh Aktivis Dakwah Kampus Ikut Aksi Besok

Ternyata Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing

Ternyata Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing

MUI: Harus Ada Tindakan Lebih Tegas pada Pemerintah Myanmar

MUI: Harus Ada Tindakan Lebih Tegas pada Pemerintah Myanmar

Anggota TNI-Polri Yang Terkena LGBT Akan Ditandai Kode J4

Anggota TNI-Polri Yang Terkena LGBT Akan Ditandai Kode J4

FUUI Sesalkan Isu Perusakan Gereja

FUUI Sesalkan Isu Perusakan Gereja

Baca Juga

Berita Lainnya