Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pimred The Jakarta Post Ditetapkan Tersangka Kasus Penistaan Agama

Bagikan:

Hidayatullah.com–Penyidik Polda Metro Jaya yang hari Kamis, (11/12/2014) menetapkan pemimpin redaksi harian The Jakarta Post (JP) MS sebagai tersangka kasus penistaan agama terkait pemuatan karikatur di harian tersebut.

“Rencana penyidik akan memanggil saudara MS dari The Jakarta Post pada awal minggu depan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di kantornya, Kamis (11/12/2014).

Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap MS minggu depan merupakan panggilan pertama penyidik setelah yang bersangkutan ditetapkan menjadi tersangka.

“Penyidik menetapkan MS sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan oleh saksi, kemudian saksi ahli dari ahli pidana, bidang agama, dewan pers,” ujarnya.

Sementara itu, Korps Muballigh Jakarta (KMJ) mengapresiasi Penyidik Polda Metro Jaya dalam penetapan MS  sebagai tersangka. Langkah ini dinilai bentuk dari profesionalitas penyidik untuk memproses laporan atas penistaan agama yang dilakukannya.

“Alhamdulillah, setelah melaporkannya pada Juli, akhirnya kasus penistaan agama Islam ini mulai menunjukkan arahnya. KMJ sangat menghargai profesionalitas penyidik Polda Metro Jaya dalam menangani laporan kami. Sebagai rangkaian penanganan kasus ini, Jumat, 12 Desember, pukul 13.30 WIB Penyidik kembali memanggil saya di Subdit Keamanan Negara (Kemnag) Ditreskrimum,” ujar Edy Mulyadi, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ dalam rilisnya yang dikirim ke hidayatullah.com, Kamis sore.

Dia mengatakan, laporan yang disampaikan KMJ dalam kasus ini merupakan pesan yang sangat jelas kepada semua pihak, agar tidak melakukan penistaan agama Islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini. Sudah seharusnya bila setiap pemeluk agama bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.

Seperti diketahui, pada Kamis, 3 Juli 2014 halaman 7  The Jakarta Post telah memuat kartun yang mencantumkan kalimat tauhid laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah) pas di atas tengkorak khas bajak laut. Kartun ini menimbukan kesan seolah-olah Islam adalah agama bengis yang senang menumpahkan darah sebagaimana karakteristik bajak laut.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Selesaikan Vaksin Palsu dengan Vaksinasi Ulang

Selesaikan Vaksin Palsu dengan Vaksinasi Ulang

MUI Jatim Desak Walikota Surabaya Tutup Dolly

MUI Jatim Desak Walikota Surabaya Tutup Dolly

MUI Berharap Pemimpin Negeri Bisa Teladani Shalahuddin al-Ayyubi

MUI Berharap Pemimpin Negeri Bisa Teladani Shalahuddin al-Ayyubi

Profesor Leiden Nilai Revisi KUHP Tantangan Dunia Hukum Indonesia

Profesor Leiden Nilai Revisi KUHP Tantangan Dunia Hukum Indonesia

2 Juta Orang Wisatawan Butuh Makanan Halal

2 Juta Orang Wisatawan Butuh Makanan Halal

Baca Juga

Berita Lainnya