Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bercampur Kepentingan Politik, Pendidikan Indonesia Tak Akan Berkembang

merdeka
Sebuah aksi menolak Kurikulum 2013 di Kemendikbud
Bagikan:

Hidayatullah.com– Penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan terus menjadi polemik

Praktisi pendidikan Islam kota Malang, Ali Imron mengaku kecewa dengan kebijakan yang terjadi pada dunia pendidikan Indonesia, dimana tiap ganti menteri berganti pula kebijakannya.

“Ada banyak kepentingan politik yang dominan di dalam pendidikan Indonesia,” ucap Direktur LPI Ar-Rohmah Malang kepada hidayatullah.com, Senin, (08/12/2014).

Karena itu, Ali Imron mengaku pendidikan di lembaga Hidayatullah tidak terlalu mementingkan apa itu kurikulum KTSP, K13 dan lain sebagainya, dikarenakan Hidayatullah sudah memiliki kurikulum yang sudah bisa menyeimbangi antara kurikulum Diknas dan Kurikulum “Khusus Ponpes Hidayatullah” yang lebih mengarah kepada tsaqafah Islamiyah, ulumudin baik untuk tingakatan SMP, SMA, dan sekolah Tinggi milik Hidayatullah.

Ia meyakini, selama Indonesia ini masih dipimpin oleh presiden maupun para jajaran menteri yang selalu dominan kepentingan politik, maka akan selalu berobah-obah pula kepentingannya.*/Khuluq

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Haedar: Kunci Revolusi Mental Teladan Para Elit Negara

Haedar: Kunci Revolusi Mental Teladan Para Elit Negara

Risma Targetkan Penutupan Dolly sebelum bulan Ramadhan

Risma Targetkan Penutupan Dolly sebelum bulan Ramadhan

Din Syamsuddin Bahas Pluralitas Keagamaan di Abu Dhabi

Din Syamsuddin Bahas Pluralitas Keagamaan di Abu Dhabi

MUI Kunjungi Asosiasi Muslim China

MUI Kunjungi Asosiasi Muslim China

Tips Menghadapi Pendukung Syiah ala Ali al-Ammari

Tips Menghadapi Pendukung Syiah ala Ali al-Ammari

Baca Juga

Berita Lainnya