Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti: “Sekarang Anda Bisa Potret Tato Ini!”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti nampaknya tidak malu lagi memamerkan tatonya di depan jurnalis. Rabu, 3 Desember 2014 lalu, ia bahkan meminta wartawan memotretnya.

“Ini gambar burung,” kata sang menteri, mengacu pada tato berwarna biru, yang membentang dari mata kaki kanan hingga ujung bawah rok ungunya.

“Sudah sebulan saya menyembunyikan tato ini di balik celana panjang,” sahut Susi. “Hari ini saya berkata, ‘Saya tak bisa lagi [menyembunyikannya]. “Dan saya katakan kepada semua jurnalis, Sekarang Anda bisa memotret tato ini,” ujarnya kepada The Wall Street Journal edisi Indonesia.

Selain memamerkan tato, Susi juga menyingkap kuteks merah dan biru pada kuku-kuku kakinya.

Susi sempat menjadi perbincangan di masyarakat ketika ia merokok dengan santai di Istana Presiden usai terpilih menjadi menteri dan hobinya terhadap tato.

“Susi merupakan menteri putus sekolah yang bertato serta perokok berat. Ia bisa menyulut rokok di mana dan kapan saja,” tulis satu artikel di harian Jakarta Post.

Kala itu, seniman Butet Kartaredjasa bahkan membelanya

“Meski banyak disorot tapi saya tetap mengaguminya, orang seperti itulah yang layak jadi pemimpin. Sosok yang berani menampilkan apa adanya dirinya,” ujar pelawak yang pernah menjadi sorotan umat Islam saat Pemilu lalu ketika twitnya mengolok para pemilih calon presiden nomor urut satu sebagai “orang belum waras”. *

 

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

AFKN Akan Gelar Sunat Gratis Bagi 8000 Anak Muslim

AFKN Akan Gelar Sunat Gratis Bagi 8000 Anak Muslim

Aliran Sesat Muncul Dipicu Kebebasan Berpendapat

Aliran Sesat Muncul Dipicu Kebebasan Berpendapat

Presiden Jokowi Ajak Keluarga Bertemu Raja Salman di Saudi

Presiden Jokowi Ajak Keluarga Bertemu Raja Salman di Saudi

Pembukaan Muktamar Persis Terasa Istimewa Karena Dihadiri Presiden

Pembukaan Muktamar Persis Terasa Istimewa Karena Dihadiri Presiden

Tahun Depan Kebutuhan Rumah Capai 15 Juta Unit

Tahun Depan Kebutuhan Rumah Capai 15 Juta Unit

Baca Juga

Berita Lainnya