Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

KPK Sita Aset Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin dengan bukti uang 3 koper
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyita aset Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Fuad Amin Imron di beberapa lokasi berbeda di wilayah ini, Kamis.

Penyitaan aset Fuad Amin ini antara lain butik di Jalan Teuku Umar dan rumahnya di Jalan Raya Saksak, Kelurahan Kraton, Bangkalan.

Pasukan Brimob bersenjata lengkap dengan menggunakan mobil antipeluru diterjunkan dalam penyitaan aset Kiai berpengaruh di Kabupaten Bangkalan ini, demikian dikutip Antara.

Penggeledahan rumah Fuad Amin Imron di Jalan Raya Saksak itu disertai penyitaan aset kekayaan mantan Bupati Bangkalan itu terkait kasus dugaan suap suplai Migas.

Selain di Jalan Raya Saksak, tim KPK kini juga melakukan penggeledahan dan penyitaan aset di rumah Fuad Amin Imron lainnya di Jalan Teuku Umar dan di Jalan M Kholil, Bangkalan.

“Penggeledahan dan penyitaan aset-aset Fuad Amin Imron ini dilakukan di beberapa titik di Bangkalan ini,” kata Wakapolres Kompol Yanuar Herlambang.

Wakapolres memimpin langsung pengamanan penyitaan aset-aset milik Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron tersebut. Penyitaan aset Fuad Amin Imron oleh tim KPK ini menjadi perhatian masyarakat, terutama para tetangga tersangka.

Seperti diketahui, KPK menangkap Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron dalam operasi tangkap tangan di rumahnya di Jalan Raya Saksak, Kelurahan Kraton, Bangkalan, Madura pada Selasa (2/12/2014) pukul 00.30 hingga 01.30 dini hari.

Selain menangkap Fuad dan dua rekannya dari pihak swasta, tim KPK ini juga menyita uang senilai Rp700 juta, tiga koper yang juga berisi uang, serta beberapa dokumen penting.

Tahun lalu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut ada koruptor besar di Jawa Timur. Namun, ia mengatakan, KPK sulit menembus dan menemukan bukti karena modus kejahatan itu sangat canggih dan tak berbekas.

“Di Jawa Timur itu perampoknya kelas wahid, pelakunya berpengalaman, bahkan kategori tak bisa dimaafkan,” kata Abraham dalam sebuah seminar politik kebangsaan di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di Jakarta, Kamis (12/12/2013).*

 

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

UAS: Saatnya Kita Bersolidaritas Sosial Ringankan Dampak Pandemi

UAS: Saatnya Kita Bersolidaritas Sosial Ringankan Dampak Pandemi

Baca Qur`an agar Pilkada Aceh Damai

Baca Qur`an agar Pilkada Aceh Damai

KH Ma’ruf Amin Non-aktif Sebagai Ketum MUI

KH Ma’ruf Amin Non-aktif Sebagai Ketum MUI

Solaria Terima Sertifikat Halal MUI

Solaria Terima Sertifikat Halal MUI

Ketua MUI Ma’ruf Amin Jalani Perawatan di RS Pusat Otak Nasional

Ketua MUI Ma’ruf Amin Jalani Perawatan di RS Pusat Otak Nasional

Baca Juga

Berita Lainnya