KPK Sita Aset Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron

Tahun 2013, Ketua KPK Abraham Samad menyebut ada koruptor kakap di Jawa Timur yang sulit ditembus

KPK Sita Aset Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron
Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin dengan bukti uang 3 koper

Terkait

Hidayatullah.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyita aset Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Fuad Amin Imron di beberapa lokasi berbeda di wilayah ini, Kamis.

Penyitaan aset Fuad Amin ini antara lain butik di Jalan Teuku Umar dan rumahnya di Jalan Raya Saksak, Kelurahan Kraton, Bangkalan.

Pasukan Brimob bersenjata lengkap dengan menggunakan mobil antipeluru diterjunkan dalam penyitaan aset Kiai berpengaruh di Kabupaten Bangkalan ini, demikian dikutip Antara.

Penggeledahan rumah Fuad Amin Imron di Jalan Raya Saksak itu disertai penyitaan aset kekayaan mantan Bupati Bangkalan itu terkait kasus dugaan suap suplai Migas.

Selain di Jalan Raya Saksak, tim KPK kini juga melakukan penggeledahan dan penyitaan aset di rumah Fuad Amin Imron lainnya di Jalan Teuku Umar dan di Jalan M Kholil, Bangkalan.

“Penggeledahan dan penyitaan aset-aset Fuad Amin Imron ini dilakukan di beberapa titik di Bangkalan ini,” kata Wakapolres Kompol Yanuar Herlambang.

Wakapolres memimpin langsung pengamanan penyitaan aset-aset milik Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron tersebut. Penyitaan aset Fuad Amin Imron oleh tim KPK ini menjadi perhatian masyarakat, terutama para tetangga tersangka.

Seperti diketahui, KPK menangkap Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron dalam operasi tangkap tangan di rumahnya di Jalan Raya Saksak, Kelurahan Kraton, Bangkalan, Madura pada Selasa (2/12/2014) pukul 00.30 hingga 01.30 dini hari.

Selain menangkap Fuad dan dua rekannya dari pihak swasta, tim KPK ini juga menyita uang senilai Rp700 juta, tiga koper yang juga berisi uang, serta beberapa dokumen penting.

Tahun lalu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut ada koruptor besar di Jawa Timur. Namun, ia mengatakan, KPK sulit menembus dan menemukan bukti karena modus kejahatan itu sangat canggih dan tak berbekas.

“Di Jawa Timur itu perampoknya kelas wahid, pelakunya berpengalaman, bahkan kategori tak bisa dimaafkan,” kata Abraham dalam sebuah seminar politik kebangsaan di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di Jakarta, Kamis (12/12/2013).*

 

 

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !