Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

SBY: Pencitraan Berlebihan Menurunkan Kepercayaan Rakyat

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan “kuliah” tentang Kepemimpinan dan Kekuasaan.

Dan “kuliahnya” yang disampaikan melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono SBY menyebut bahwa pemimpin dapat berlaku apa saja yang dikehendakinya. Termasuk acapkali ia dibenarkan perkataan dan tindakannya.

Namun kadang tanpa disadarinya, pembenaran yang didapatnya bisa pula disalahgunakan untuk berlaku diktator dan tiran.
“Pemimpin yang selalu dibenarkan apapun perkataan dan tindakannya, tak disadari bisa menjadi diktator atau tiran,” tulis SBY (*SBY*).

Selain itu, Presiden ke-6 ini juga mengkritik dan memberikan saran untuk rakyat terhadap pemimpin. Sebaliknya, SBY menyatakan, pemimpin haruslah sabar terhadap rakyat di saat menyampaikan kritik dan saran. Hal ini pun berlaku untuk rakyat agar menghormati pemimpin dalam memberikan masukkan.

“Karenanya, dengan tetap menghormati pemimpin, rakyat bisa menyampaikan kritik dan sarannya. Pemimpin mesti sabar mendengarkan,” ia melanjutkan.

SBY pun menyebutkan tentang pencitraan. Ia mengatakan bahwa jika di dalam politik itu hal biasa jika pencitraan dilakukan. Namun, ia berpesan agar pencitraan yang dilakukan tidak berlebihan. Sebab jika hal itu terjadi, justru akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemimpin.

“Dalam politik, pencitraan itu biasa. Tapi, jika sangat berlebihan bisa menurunkan kepercayaan rakyat,” katanya.

Di akhir “kuliahnya”, SBY memberikan saran agar pemimpin saling berhubungan (institusi) satu sama lain dalam mengatasi masalah. SBY berharap di dalam penyelesaian masalah, apalagi yang dihadapi adalah masalah serius, pemimpin harus dengan senang hati melakukan musyawarah agar mendapatkan solusi terbaik.

“Tugas pemimpin: mengatasi masalah. Pimpinlah, ternasuk bekerjasama dan bermusyawarah untuk mengatasi masalah. Apalagi masalah yg serius,” tutupnya.*

 

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sambut Visi 2030, KJRI Bersama BI Gelar Halal Investment Forum

Sambut Visi 2030, KJRI Bersama BI Gelar Halal Investment Forum

Konflik di Papua Tak Kunjung Usai, Anggota Fraksi PKS Ini Usul Bentuk Kementerian Khusus Papua

Konflik di Papua Tak Kunjung Usai, Anggota Fraksi PKS Ini Usul Bentuk Kementerian Khusus Papua

Wahdah Islamiyah Tekankan Pentingnya Menjaga Ukhuwah Umat

Wahdah Islamiyah Tekankan Pentingnya Menjaga Ukhuwah Umat

Muhammadiyah Hidayatullah

Haedar Nasir: Warga Muhammadiyah Harus Beramar Makruf, Termasuk dengan Orang Liberal

Mafia Anak Ancam Korban Aceh

Mafia Anak Ancam Korban Aceh

Baca Juga

Berita Lainnya