Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Saudi Akan Tingkatkan Kuota Jamaah Haji Dai Pedalaman Sebanyak 30 Persen

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin bersama Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Saudi berencana meningkatkan kuota jamaah haji untuk muslim di pedalaman sebanyak 30 persen. Rencana ini disampaikan dalam kunjungan silaturahim Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin ke Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Jum’at (28/11/2014).

“Jadi, para Dai yang tidak bisa berhaji dan tidak memungkinkan berhaji karena alasan finansial, bisa mendapat kesempatan itu,”ulas Lukman ketika ditemui seusai pertemuan di Atase Kedutaan Besar Arab Saudi, Jl. Banyumas No.16, Menteng, Jakarta Pusat. Kuota untuk para Dai di daerah pelosok tersebut dikhususkan bagi mereka yang belum pernah ber-Haji.

Pemerintah Indonesia, lanjut Lukman, tidak mematok peningkatan kuota bantuan Haji untuk para Dai. “Bantuan mereka sifatnya sukarela, tidak ada ikatan. Pemerintah Indonesia memberi masukan supaya bantuan itu tersalurkan ke pelosok, ke daerah terpencil,”ujar Lukman.

Menanggapi hal tersebut, Syaikh Ibrahim bin Sulaeman an Nughaimsyi, Direktur Atase Agama Arab Saudi mengatakan, peningkatannya diusahakan mencapai 30 persen. Hal itu adalah bentuk apresiasi pemerintah Arab Saudi terhadap para pejuang agama Allah. Mereka, lanjut Syaikh, patut mendapatkan perhatian yang lebih besar.

“Pihak kami akan memberangkatkan mereka sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,”ungkapnya.

Pemerintah Indonesia, kata Lukman, mengapresiasi kerjasama tersebut, dan berterimakasih atas peran aktif Pemerintah Arab Saudi dalam memberikan bantuan tersebut. Ia berharap, kunjungan kemarin dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dalam berbagai bidang.

“Ini adalah kunjungan balasan karena beberapa waktu lalu beliau mengunjungi kantor saya. Tidak hanya menjaga hubungan yang sangat baik ini sejak puluhan tahun lalu tapi menguatkan hubungan,”jelas Lukman pada hidayatullah.com.

Lebih lanjut, Syaikh Ibrahim, mengatakan, selama hubungan diplomatik kedua negara masih terjalin, kerjasama di berbagai bidang juga akan tetap berjalan. Hal itu termasuk pembangunan Pusat Studi Islam di berbagai daerah di Indonesia.
“Insya Allah, peresmian Islamic Center seperti di Makassar, Wakatobi, dan Kendari serta Raja Ampat (Papua), empat bulan lagi selesai. Saat ini, Islamic Center tersebut masih dalam tahap pembangunan, sekitar 60-70 persen,”jelasnya yang ikut menambahkan pada akhir tahun ini, Islamic Center di Sanggau, Kalimantan Barat, akan diresmikan.*

 

 

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

JAT:  Semoga Allah Merahmati Syeikh Usamah!

JAT: Semoga Allah Merahmati Syeikh Usamah!

BJ Habibie Dapat Medali Emas Pencetus Kebebasan Pers

BJ Habibie Dapat Medali Emas Pencetus Kebebasan Pers

Jelang Ramadhan, Disperindag Medan Razia Parcel

Jelang Ramadhan, Disperindag Medan Razia Parcel

Menteri Teten: Impor Cangkul Simbol Ketertinggalan

Menteri Teten: Impor Cangkul Simbol Ketertinggalan

Sambangi DPR, UNHCR: Kondisi Warga Rohingya Masih Sangat Memprihatinkan

Sambangi DPR, UNHCR: Kondisi Warga Rohingya Masih Sangat Memprihatinkan

Baca Juga

Berita Lainnya