Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhsin Labib Sebut Ulama Yang Menyesatkan Syiah Adalah Badut

Bagikan:

Hidayatullah.com—Tokoh Syiah yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Dr Muhsin Labib mengatakan ulama-ulama yang mengeluarkan pernyataan negatif soal Syiah tak memahami ajaran Syiah.

Menurut Muhsin Labib, ulama tersebut dianggap wajar oleh Syiah karena pemikirannya terbatas.

“Wajar tidak memahami karena pemikirannya terbatas,” kata Muhsin Labib, selaku narasumber mewakili tim penulis buku yang baru saja diluncurkan organisasi Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI) bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (27/11/2014) kemarin.

Menurut Muhsin, jika ada sekelompok orang yang memandang sebelah mata dan ingin membubarkan Syiah, Muhsin menganggap mereka adalah ‘badut-badut’. Yang menurutnya, kurang gaul dan tidak bergaul.

“Ada sekelompok badut-badut yang ingin membubarkan. Mereka kuper dan tidak gaul,” katanya lagi.

Muhsin mengklaim, Syiah telah memiliki pengikut tak kurang dari 350 juta. Dengan memiliki pengikut sebanyak itu, ia berkeyakinan Syiah tidak akan mampu dibubarkan. Seperti halnya di Sampang, Madura, Jawa Timur yang masyarakat di sana menolak keberadaan Syiah.

Muhsin Labib adalah dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Muhsin Qum Iran. Ia menulis banyak buku tentang Syiah.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah mengeluarkan buku panduan berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” dengan tim penyusun mewakili berbagai ormas, termasuk MUI, Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama (NU).

Tahun 2012, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, beserta 50 ulama Madura mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syi’ah yang dibawa Tajul Muluk.

Fatwa MUI Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur bernomor: A-035/MUI/spg/2012 menilai, ajaran yang disebarluaskan Tajul Muluk di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang adalah menyimpang dari ajaran Islam.

Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’”pernah mengatakan, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah.*

 

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Persaingan Calon Ketua Umum Ansor Memanas

Persaingan Calon Ketua Umum Ansor Memanas

Ketum YARASUTRA: Ngapain Berjubah Kesultanan tapi Tak Cinta Rasul?!

Ketum YARASUTRA: Ngapain Berjubah Kesultanan tapi Tak Cinta Rasul?!

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Itu Menyesatkan

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Itu Menyesatkan

BNI Syariah Terima Peralihan Dana Haji Tahap Akhir

BNI Syariah Terima Peralihan Dana Haji Tahap Akhir

Fatwa Lengkap MUI: Dana Zakat Boleh untuk Tangani Covid-19

Fatwa Lengkap MUI: Dana Zakat Boleh untuk Tangani Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya