Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketua Umum PBNU Minta Ahok Jaga Etika dan Bicara

Said Aqil Komisaris KAI
Ketua PBNU Dr Said Aqiel Siradj
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyarankan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjaga etika, terlebih setelah nanti dilantik sebagai gubernur.

“Saya sarankan Ahok mengubah sikap dan cara bicara. Bagaimanapun di Jakarta itu banyak ulama, habaib, pesantren, tolong dihormati,” kata Said Aqil di sela-sela peluncuran jambore nasional Perkemahan Penggalang Maarif NU Nasional (Pergamanas) di Jakarta, Jumat dikutip Antara.

Said Aqil menegaskan, mendukung Ahok sebagai gubernur DKI dan mengharapkan masyarakat DKI pun bersikap sama, karena Ahok merupakan pemimpin yang sah.

“Ahok itu sah dipilih rakyat DKI, jadi harus didukung dan dihormati,” kata Said Aqil.

Namun, menurut Said Aqil, bukan berarti Ahok boleh bersikap semaunya, apalagi menyinggung perasaan warga yang dipimpinnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman mendesak Ahok berbenah.

Gus Aiz, demikian cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini akrab disapa, menilai sikap Ahok tidak mencerminkan diri seorang pemimpin.

“Pemimpin itu tindakan, ucapan dan hatinya harus meneduhkan dan mengayomi. Jangan sampai yang dijalankan dan diucapkan membuat resah, apalagi menimbulkan perpecahan rakyatnya,” katanya.

Ahok banyak didukung media asing dan kalangan aktivis LSM setelah keberaniannya dengan Front Pembela Islam (FPI).

Pemimpin Sombong

Namun gaya Ahok dalam berkomunikasi dan berpolitik yang sering dinilai menyakiti perasaan umat Islam, ikut membuat Front Pembela Islam (FPI) dan berbagai elemen ormas Islam gerah.

“Aksi massa menolak pengangkatan Ahok jadi Gubernur hemat saya berawal dari cara memimpin yang buruk, arogan selalu selalu gunakan gaya cynical communication (komunikasi sinis) terhadap pihak yang tidak disukainya, “ ujar Henri, salah seorang mahasiswa S3 pemikiran Islam di Malaysia.

Menurutnya, budi bahasa yang dipertontonkan ke publik selama ini berbeda jauh dengan bahasa pejabat semala ini. Bahasa yang digunakan Ahok, bukanlah bahasa cinta dari pemimpin pada rakyatnya, bahkan cenderung menciptakan perpecahan di kalangan masyarakat. [Baca: Ahok, Gubernur Pertama Etnis Tionghoa, Dinilai Pejabat Paling Sombong Perkataannya]

Di antara sekian pernyataan Ahok yang cukup sombong ketika ia mengatakan, “Jika saya belum dapat hidayah tanyakan saja pada Allah”.

Padahal, siapapun yang menjadi pemimpin sudah sepatutnya menjadikan bahasa cinta dalam berkomunikasi, merangkul yang jauh dan merapatkan yang dekat, tapi Ahok tidak.*

 

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

HTI Dukung Rakyat Libya Gulingkan Qadhafi

HTI Dukung Rakyat Libya Gulingkan Qadhafi

Digitalisasi Penyiaran, Diharapkan Tak Malah Kukuhkan Dominasi Lembaga Penyiaran Swasta

Digitalisasi Penyiaran, Diharapkan Tak Malah Kukuhkan Dominasi Lembaga Penyiaran Swasta

Presiden Jokowi Akan Resmikan Hari Santri Nasional

Presiden Jokowi Akan Resmikan Hari Santri Nasional

MUI: Yang Berhalangan Puasa Hormati yang Berpuasa

MUI: Yang Berhalangan Puasa Hormati yang Berpuasa

MUI Kritik Tiga Sinetron yang Menodai Ramadhan

MUI Kritik Tiga Sinetron yang Menodai Ramadhan

Baca Juga

Berita Lainnya