Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Isu “Kristenisasi” Car Free Day, Menag Ingatkan Pedoman Penyiaran Agama

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin akhirnya menjawab keresahan masyarakat terkait tayangan video Youtube “Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta” yang dirilis rtkChannel HD.

“Bila tayangan video itu benar adanya, selaku Menteri Agama saya ingin mengingatkan kepada masyarakat luas akan masih berlakunya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 70 Tahun 1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama,” jelas Menag dalam laman pribadinya www.lukmansaifuddin.com yang juga dimuat di laman Kemenag, Selasa (11/11/2014).

Menurutnya, dalam KMA tersebut dinyatakan bahwa:

Pertama, untuk menjaga stabilitas nasional dan demi tegaknya kerukunan antar umat beragama, pengembangan dan penyiaran agama supaya dilaksanakan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, teposeliro, saling menghargai, hormat menghormati antar umat beragama sesuai jiwa Pancasila;

Kedua, penyiaran agama tidak dibenarkan untuk:

a) Ditujukan terhadap orang dan atau orang-orang yang telah memeluk sesuatu agama lain; b) Dilakukan dengan menggunakan bujukan/pemberian material, uang, pakaian, makanan/minuman, obat-obatan, dan lain-lain agar supaya orang tertarik untuk memeluk sesuatu agama;

c) Dilakukan dengan cara-cara penyebaran pamflet, buletin, majalah, buku-buku, dan sebagainya di daerah-daerah/ di rumah-rumah kediaman umat/orang yang beragama lain; dan d) Dilakukan dengan cara-cara masuk ke luar dari rumah ke rumah orang yang telah memeluk agama lain dengan dalih apapun.

Ketiga, bilamana ternyata pelaksanaan pengembangan dan penyiaran agama sebagaimana yang dimaksud Diktum Kedua, menimbulkan terganggunya kerukunan hidup antar umat beragama, akan diambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Demikian antara lain bunyi KMA tentang Pedoman Penyiaran Agama. Semoga tetap dihormati dan dipatuhi, serta menjadi acuan kita bersama dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama di persada nusantara,” jelas Menag.

Sebagaimana diketahui, dalam video berdurasi 23 menit 43 detik mempertontonkan sekelompok orang yang sedang melakukan bagi-bagi cindera mata di sekitar Jalan Thamrin-Sudirman.

Yang menarik, di menit ke 14.30, reporter menangkap gambar seorang wanita ‘memaksa’ seorang nenek berjilbab dengan menyampaikan kabar tentang Yesus.

“Maaf ibu pernah dengar kabar baik tentang Yesus?” ujarnya pada sang nenek. [Baca:  Heboh “Video Kristenisasi”: “Kenapa Ibu Pakai Kerudung Disuruh Percaya Tuhan Yesus?]

Tak urung, ulah wanita yang tertangkap video ini menjadi pembicaraan dan meresahkan masyarakat.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Senator DKI: Editorial Media Indonesia di Metro TV soal Intoleransi Salah Kaprah

Senator DKI: Editorial Media Indonesia di Metro TV soal Intoleransi Salah Kaprah

Perang Melawan Kemaksiatan

Perang Melawan Kemaksiatan

PBB Sebutkan Ada Penyiksaan Sistematis di Penjara Afghanistan

PBB Sebutkan Ada Penyiksaan Sistematis di Penjara Afghanistan

Wakil Ketua DPRD DKI Kawal Kampung Luar Batang Agar Tak Digusur

Wakil Ketua DPRD DKI Kawal Kampung Luar Batang Agar Tak Digusur

Busyro: Ada Upaya Kriminalisasi terhadap Pemuda Muhammadiyah

Busyro: Ada Upaya Kriminalisasi terhadap Pemuda Muhammadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya