Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hujan Deras, PP Hidayatullah Aceh Terendam Banjir

Bagikan:

Hidayatullah.com—Hujan deras yang cukup tinggi melanda Aceh mengakibatkan sebagian daerah di kawasan barat selatan Aceh dilanda banjir dan longsor.

Salah satu yang terdampak dari hujan deras adalah Hidayatullah Aceh Barat yang terendam air selama tiga hari semenjak Selasa (04/11/2014).

Derasnya hujan membuat kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Barat tergenang air dengan ketinggian mencapai 2 Mdari permukaan tanah.

“Alhamdulillah, tidak semua material ditaruh di pondok sehingga tidak terjadi kerugian yang sangat besar,” ujar Ahmad Syakir, pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur’an di Dusun Cot Kande, Desa Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam.

Tiga hari menurut Syakir adalah hari paling menghawatirkan bagi para pengasuh dan santri di kawasan pondok pesantren Hidayatullah Aceh Barat.

Ia mengatakan, terjadinya banjir akibat meluapnya air dari sungai Merebo yaitu sungai utama Kecamatan Kota Aceg Barat.

“Selama dua hari belakangan ini hujan tidak reda-reda sehingga kalipun tidak bisa menampung air dengan kubik yang sangat besar,” paparnya ke hidayatullah.com, Jum’at (07/11/2014).

Besarnya kubik air, mengakibatkan banyak barang-barang perlengkapan dan material pembangunan pondok pesantren Hidayatullah Aceh ini terwaba air. Bahkan pasir, semen, koral, kayu-kayu untuk membangun tempat pengajian pun ikut hanyut terbawa air.

Semenjak Jumat, air sudah mulai surut dan para santri sudah memulai aktifitas untuk membersihkan halaman pondok pesantren setelah diungsikan ke pondok cabang di Aceh Kota.

“Dengan cara manual dahulu untuk membersihkan lumpur-lumpur yang ada. Karena pompa airnya ikut terendam air dan sumur masih penuh dengan lumpur,” ucap Syakir.

Seperti diketahui, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat dilanda banjir mengusul hujan lebat yang terjadi hampir sepekan semenjak Sabtu (31/10/2014) lalu. Banjir bahkan sempat membuat rumah penduduk rusak, jalan ambruk dan terputus serta membuat sebagian warga terkurung dan terisolasi.

Menurut Syakir, yang dibutuhkan saat ini untuk menjadikan pesantren ini bisa kembali beraktifitas normal adalah perlengkapan para santri di asrama berupa; baju, kompor, serta logistik untuk bisa bertahan hidup. “Karenakan semua terendam dan terbawa arus air yang sangat deras,” katanya.*/Khuluq

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Minta Urusan Haji Terpisah dengan Kedutaan

Saudi Minta Urusan Haji Terpisah dengan Kedutaan

Nyaris tak Ada Foto Ahok di Pulau Tidung DKI

Nyaris tak Ada Foto Ahok di Pulau Tidung DKI

Anggota DPR Nilai Perlakuan Terhadap Guru Agama Tidak Adil terkait Rekrutmen

Anggota DPR Nilai Perlakuan Terhadap Guru Agama Tidak Adil terkait Rekrutmen

Wapres JK: Peran Mendunia KH Hasyim Muzadi Perkuat Posisi Bangsa

Wapres JK: Peran Mendunia KH Hasyim Muzadi Perkuat Posisi Bangsa

PKBI Lampung Kampanyekan Remaja Anti-Seks Bebas

PKBI Lampung Kampanyekan Remaja Anti-Seks Bebas

Baca Juga

Berita Lainnya