Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PAS Jabar Akan Layangkan Keberatan Perayaan Asyuro Syiah

nahimunkar
Massa mengeruduk acara Peringatan Asyura Kaum Syiah di Kelapa Gading Jakarta tahun 2013
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ormas Islam dan segenap elemen dakwah di Jawa Barat yang terhimpun dalam Pembela Ahlus Sunnah ( PAS JABAR) mengaku akan menolak segala bentuk perayaan Asyuro oleh kaum Syiah di wilayah Jawa Barat, sebagaimana tahun sebelumnya.

“Masih seperti tahun kemarin,kita akan melakukan penolakan yang sama dan Alhamdulillah berhasil dengan suasana tetap kondusif,”ungkap Roinul Balad selaku Koordinator PAS Jabar dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com, Jumat (31/10/2014).

Roin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif baik dengan komponen PAS sendiri maupun ormas-ormas Islam tingkat Jabar dan pihak instansi terkait seperti Kepolisian,Pemkot Bandung,Pemprov Jabar dan Kejaksaan.
Hal ini,sambungnya, dimaksudkan bahwa penolakan perayaan acara Asyuro kaum Syiah bukan semata dilakukan elemen dakwah tertentu saja melainkan semua umat Islam.

“Kita sudah silaturrahim dengan Ormas Islam lain seperti Persis,Muhammadiyah,PUI,Wahdah Islamiyah,Al Irsyad, dan sebagainya.Intinya mereka sepakat dengan langkah kita,” imbuh Roin yang juga Sekretaris Dewan Dakwah Jabar ini.

Sementara itu pihaknya juga mengaku dalam waktu dekat akan segera melayangkan surat kepada pihak Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar untuk beraudiesi dan melarang dan tidak member ijin khusus perayaan Asyuro dan yang lainnya oleh kaum Syiah.

Roin juga menjelaskan bahwa langkah tersebut sengaja dilakukan yang dimaksudkan bukan sebuah tindakan intoleransi dalam kehidupan beragama di Indoensia,melainkan hanya sebuah upaya menjaga dan membela ajaran Islam secara hakiki.

“ Harus dibedakan antara tindakan intoleransi dan upaya menjaga kemurnian akidah Islam,” jelasnya.

Pihaknya berharap,segenap umat Islam yang berpaham Ahlus Sunnah dan pihak pemerintah atau aparat keamanan dapat berpikir jernih dengan memahami persoalan penolakan tersebut secara mendalam.

“Untuk ke Polda Jabar kita sudah layangkan suratnya dan dari informasi serta kerangan yang diberikan hingga kemarin (Kamis,30/10/2014) pihak Polda mengaku belum dapat permohonon ijin akan adanya perayaan Asyuro dan kita sudah minta kalaupun ada pihak yang minta ijin perayaan Asyuro agar tidak memberi ijin,kita siap berdialog,”pungkasnya.

Roin enggan merinci apa saja bentuk penolakan yang dimaksud.

Tahun 2013 lalu kalangan Syiah berencanakan akan menyelenggarakan perayaan Asyuro Nasional yang dipusatkan di GSG Istana Kana Kota Bandung yang diklaim akan dihadiri ribuan orang. Namun acara gagal karena mendapat penolakan dan reaksi hebat dari segenap elemen massa. Acara Asyuro sendiri akhirnya dipindahkan ke Sekolah Muthahhari milik tokoh Syiah,Jalaludin Rakhmat dengan dihadiri segelintir orang dalam penjagaan ketat dari aparat kepolisian.*

 

Rep: Ngadiman Djojonegoro
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tim Advokasi GNPF Nilai Tuntutan JPU seperti Membebaskan Ahok

Tim Advokasi GNPF Nilai Tuntutan JPU seperti Membebaskan Ahok

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Rumah Sakit Ambles di Palu, Pasien-Perawat Ikut Tenggelam

Rumah Sakit Ambles di Palu, Pasien-Perawat Ikut Tenggelam

Pemerintah Diminta Jujur dan Obyektif dalam Minimalkan Terorisme

Pemerintah Diminta Jujur dan Obyektif dalam Minimalkan Terorisme

Perkuat Wasathiyah, MUI Gelar Pertemuan dengan Media Islam

Perkuat Wasathiyah, MUI Gelar Pertemuan dengan Media Islam

Baca Juga

Berita Lainnya