Jum'at, 21 Januari 2022 / 17 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Tips Hadapi Pejabat, Dai Bersikap Luwes Tapi Tegas

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Ustadz Usman Palese ketika memberi tausiyah di depan peserta Pelatihan Kepemimpinan V HiTC, Depok
Bagikan:

Hidayatullah.com–Adakalanya seorang pendakwah menghadapi para pejabat negara. Saat begitu, dai tidak boleh sembarang bersikap, ada trik dan tips khususnya. Setidaknya, hal yang perlu dilakukannya adalah bersikap luwes tapi tegas.

Demikian intisari dari tausiyah salah seorang perintis Hidayatullah Ustadz Usman Palese kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan V Hidayatullah Training Center (HiTC) di Masjid Ummul Quraa, Cilodong, Rabu (29/10/2014).

Dalam ceramah usai shalat Shubuh itu, Ustadz Usman mencontohkan sikap luwes yang dimaksud. Misalnya, kata dia, dai tidak melulu memakai baju koko.

“Sekarang bagaimana kita kalau ke kantor-kantor pemerintah jangan pakai baju koko. Pakai baju berkerah (kemeja. Red),” ujarnya pada kesempatan yang dihadiri ratusan jamaah masjid, termasuk awak hidayatullah.com itu.

Misalnya pula, kata dia, seorang dai pandai-pandai menempatkan suasana dalam pembicaraan. Ada saat serius, ada saat bercanda.

Meski luwes, menurutnya, seorang dai sepatutnya bersikap tegas, termasuk saat di rumah para pejabat.

“Jadi kita di sana siap meniru (luwes. Red), siap menahan kalau nggak perlu (akan sesuatu),” pesan anggota Majelis Pertimbangan Pusat Hidayatullah ini.

Jangan Buta Politik

Pelatihan Kepemimpinan V HiTC diikuti hampir seratus dai Hidayatullah se-Indonesia. Usman Palese pun berpesan agar mereka menjalankan tips dan trik tersebut. Hal itu sudah dia praktekkan jauh sebelumnya sejak era Presiden Soeharto.

“Jadi kalau kita kembali ke daerah masing-masing, siapkan tenaga-tenaga yang siap (berdakwah) ke kantor. Jangan pakai baju putih yang sudah tiga hari nggak diganti-ganti,” pesannya disambut tawa sebagian hadirin.

Pada kesempatan itu, Usman Palese memperlihatkan kepada jamaah sebuah buku berjudul Surat-surat Rasul ﷺ Kepada Para Raja & Panglima Perang yang dibawanya.

Buku karangan Syaikh Uhaimid Muhammad Al-Uqaili ini, menurut Usman Palese, berisi tentang surat-surat politik Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Jadi dai jangan buta politik,” pesannya kemudian.

Usman Palese juga berpesan agar para dai tidak lepas dari wirid. “Wirid itu andalan, warisan dari nabi-nabi,” ujarnya.

Pelatihan tersebut berlangsung di Pesantren Hidayatullah Depok sejak Senin (27/10/2014) dan diagendakan berakhir pada Kamis (30/10/2014).*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Persatuan Ummat Islam Kini Miliki Universitas Halim Sanusi PUI

Persatuan Ummat Islam Kini Miliki Universitas Halim Sanusi PUI

bisnis pcr

FPI, PA 212, GNPF Ulama Gelar Aksi Tolak UU Ciptaker, Din Syamsuddin: KAMI Fokus Gerakan Moral

Diprotes, Pengelola ‘Rumah Maksiat’ Siap Dijadikan Tempat Pengajian

Diprotes, Pengelola ‘Rumah Maksiat’ Siap Dijadikan Tempat Pengajian

Ketua KPPSI Trauma Sosmed Karena Pornografi dan Akun Palsu

Ketua KPPSI Trauma Sosmed Karena Pornografi dan Akun Palsu

Pentingnya Konsep Adab Dalam Bernegara

Pentingnya Konsep Adab Dalam Bernegara

Baca Juga

Berita Lainnya