Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hentikan Mujahidin Suriah, Media Israel Puji Jokowi

Kompas
Jokowi dan John Kerry
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah media Israel memuji presiden baru Indonesia, Joko Widodo dengan menyebutnya sebagai presiden pertama Indonesia yang lahir bukan dari kalangan elit, korup, ataupun konglomerat.

Times of Israel dalam berita terbarunya berjudul “From Riverside Shack to Leader of World’s Largest Muslim country”, mengulas sorak-sorai masyarakat di jalan-jalan saat pelantikan pertamanya menuju istana negara.

Media ini juga menceritakan kisah Jokowi yang turun dari mobilnya, dilanjutkan menaiki kereta kuda menuju istana negara. Media Yahudi ini menyebut ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pelantikan presiden dirayakan dengan gegap gempita.

Mengutip AP, media ini bahkan menyebut Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi tujuh persen hingga para investor luar negeri akan semakin tertarik dengan Indonesia.

Times of Israel juga menyinggung, pidato Jokowi saat pelantikannya, dimana ia berjanji untuk mempertahankan kebijakan luar negeri “bebas dan aktif.

Dengan menampilkan foto kemesraan Jokowi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry saat bertemu di Istana Negarra hari Senin, media ini juga memuji langkah Indonesia menghentikan aliran milisi menuju ke Iraq dan Suriah dan kemampuannya mengelola hubungan dengan negara China (Tiongkok) serta hubungannya dengan Australia.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Para  Muslimah Dirikan Trauma Centre di Banda Aceh

Para Muslimah Dirikan Trauma Centre di Banda Aceh

Kemlu: 1 WNI Cedera Dirawat di Kota Haifa

Kemlu: 1 WNI Cedera Dirawat di Kota Haifa

Sudah 67 RW di Yogyakarta Canangkan Bebas Asap Rokok

Sudah 67 RW di Yogyakarta Canangkan Bebas Asap Rokok

Jamaah Muslimin Akan ke Palestina Lewat Jalur Darat

Jamaah Muslimin Akan ke Palestina Lewat Jalur Darat

Tim Advokasi GNPF Heran Pasal yang Dituduhkan Kepada Ulama Tidak Jelas

Tim Advokasi GNPF Heran Pasal yang Dituduhkan Kepada Ulama Tidak Jelas

Baca Juga

Berita Lainnya