Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Uskup Belo Ikut Doakan Jokowi

Ramoshorta.com
Carlos Filipe Ximenes Belo and José Ramos-Horta saat mendapat Nobel
Bagikan:

Hidayatullah.com— Peraih Nobel Perdamaian 1996 Monsinyur Carlos Filipe Ximenes Belo mendoakan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang rencananya dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 pada Senin (20/10).

“Kami berdoa, kiranya Tangan Allah Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta, senantiasa menuntun dan membimbing Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dalam perjalanan kepemimpinan selama lima tahun mendatang,” kata Monsinyur Belo melalui surat terbuka kepada Jokowi-JK, dikutip Antara, Ahad (19/10/2014).

Surat dari mantan Administrator Apostolik Diosis Dili Monsinyur Ximenes Belo dikirim dari Portugal tertanggal 15 Oktober 2014 itu, juga berisi ucapan selamatnya kepada Jokowi-JK karena telah mendapat kepercayaan rakyat untuk memimpin Indonesia menuju perdamaian, kesejahteraan, dan kesejahteraan bersama.

Ia juga mengatakan satu kalimat dalam bahasa Portugis yang diterjemahkannya dalam bahasa Indonesia, “Anda bukanlah sembarangan orang. Banyak orang yang menaruh harapan padamu dan mereka masih tetap berharap”.

Ia mengharapkan di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, bangsa Indonesia senantiasa mengalami suasana perdamaian, persatuan, persaudaraan, dan solidaritas universal.

“Sehingga semakin hari semakin membawa kesejahteraan dan perdamaian bersama bangsa Indonesia dan bangsa Timor Leste di kawasan kedua negara bertetangga ini,” katanya. Ia mengemukakan pentingnya sebagian masyarakat kelahiran Timor Leste yang tersebar di seluruh Indonesia mendapat perhatian dan perlakuan yang sama dan adil dengan saudara-saudara lainnya sebangsa dan setanah air Indonesia.

Memisahkan Diri

Seperti diketahui, bersama Xanana Gusmao dan Ramos Horta, Uskup Belo, adalah tokoh yang dinilai paling banyak berperang ‘memprovokasi’ rakyat Timor Timur untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Pria yang sempat kabur ke Eropa ini sempat membuat marah bangsa Indonesia dengan pernyataanya dalam sebuah wawancara yang dimuat majalah Jerman, Der Spiegel, terbitan 14 Oktober 1996.

Kala itu, ia sempat mengatakan, “Tentara-tentara Indonesia yang merebut kemerdekaan kami dan merusak budaya kami, memperlakukan kami seperti anjing buduk.”

Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais bahkan ikut gencar menyorot “keberanian” Belo bicara. Amien bahkan menurunkan beberapa tulisan di harian Republika isinya menyayangkan ucapan-ucapan tokoh geraja ini. Di Jakarta, saat menghadiri pertemuan Konferensi Waligereja Indonesia, Belo sempat didemonstrasi ribuan pemuda dari berbagai organisasi yang berkumpul di Lapangan Parkir Timur Senayan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Atdikbud KBRI Riyadh dan Rektor KAU Bertemu Bahas Kerja Sama Pendidikan

Atdikbud KBRI Riyadh dan Rektor KAU Bertemu Bahas Kerja Sama Pendidikan

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Dubes Zuhair: Terima Kasih Indonesia Konsisten Dukung Palestina

Dubes Zuhair: Terima Kasih Indonesia Konsisten Dukung Palestina

Syahadat Tak berguna di Hari Kiamat, Implemantasikan Tauhid sekarang juga

Syahadat Tak berguna di Hari Kiamat, Implemantasikan Tauhid sekarang juga

Menkes: Pembatasan Iklan Turunkan Jumlah Perokok

Menkes: Pembatasan Iklan Turunkan Jumlah Perokok

Baca Juga

Berita Lainnya