Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Menag Hormati Sikap Malaysia Cekal Ulil Abshar Abdala

Menag Lukman Hakim Saifuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa dirinya menghormati kebijakan Pemerintah Malaysia yang mencekal kedatangan salah satu penggagas Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla ke negaranya guna berbicara tentang Islam.

“Saya tentu menghormati kebijakan Pemerintah Malaysia yang memiliki otoritas mencekal saudara Ulil Abshar Abdalla masuk ke wilayah Malaysia untuk berbicara tentang Islam di sana. Mereka punya alasan tersendiri yg patut kita hormati,” demikian penjelasan Menag dalam pernyataan resminya di laman Kemenag, Selasa (14/10/2014) petang.

Menurutnya, itu menjadi otoritas Pemerintah Malaysia dan tentunya Negeri Jiran itu mempunyai alas an sendiri terhadap pria yang kini menjadi politisi dari Partai Demokrat tersebut.

Namun demikian, Menag berharap Pemerintah Indonesia tidak melakukan hal yang sama, melarang seseorang untuk mendiskusikan masalah agama.

“Tapi di Indonesia, saya berharap Pemerintah kita tak perlu lakukan larangan seperti itu. Sekeras, setajam, dan sebesar apapun perbedaan antar kita dalam hal pemikiran keagamaan, justru harus terus diupayakan untuk didialogkan guna mendapatkan pemahaman titik-titik persamaan dan perbedaannya,” jelasnya.

“Selama pikiran-pikiran itu tidak mengajak kepada makar atau penistaan dan penodaan atas pokok-pokok suatu paham agama, maka perbedaan yang ada justru perlu terus didialogkan,” tambahnya.

Menag mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi dialog paham pemikiran keagamaan, baik intra maupun antar agama, dengan cara-cara yang santun. “Kita harus menjaga dialog paham pemikiran dalam intra dan antar agama secara santun, semata-mata demi meningkatkan kualitas peradaban kemanusiaan kita, bukan justru sebaliknya,” harapnya.

Seperti diketahui, belum lama ini pemerintah Malaysia telah mencekal Ulil Abshar Abdalla terkait rencana kehadirannya dalam sebuah forum yang akan digelar di Kuala Lumpur, atas undangan Islamic Renaisance Front (IRF) dan Global Movement of Moderates (GMM). Mereka mengundang Ulil mengundang Ulil untuk menjadi pembicara dalam forum diskusi yang bertajuk “Tantangan Fundamentalisme Agama di Abad Ini” yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 18 Oktober mendatang.

Rencana kedatangan Ulil menuai pro kontra masyarakat Malaysia, mulai dari pejabat tinggi hingga ulama. Akhirnya, Kementerian Dalam Negeri Malaysia menginstruksikan pihak keimigrasian di sana untuk tidak mengizinkan Ulil masuk ke negaranya.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Fatwa MUI dan Pergub Direstui NU dan Muhammadiyah

Fatwa MUI dan Pergub Direstui NU dan Muhammadiyah

Baleg DPR Sayangkan Draf RUU Cipta Kerja Beredar di Medsos Karena Belum Final dan Perlu Revisi

Baleg DPR Sayangkan Draf RUU Cipta Kerja Beredar di Medsos Karena Belum Final dan Perlu Revisi

SPR: SBY Gunakan Sistem Politik Monarki

SPR: SBY Gunakan Sistem Politik Monarki

Indonesia Tolak Pengakuan Dataran Tinggi Golan Bagian ‘Israel’

Indonesia Tolak Pengakuan Dataran Tinggi Golan Bagian ‘Israel’

Aliansi Cerahkan Negeri Dukung DPR Keluarkan RUU-PKS dari Prolegnas

Aliansi Cerahkan Negeri Dukung DPR Keluarkan RUU-PKS dari Prolegnas

Baca Juga

Berita Lainnya