Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

KAMMI: Menembak Orang sedang Shalat adalah Terorisme

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presidium Nasional Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengutuk dengan keras aksi penembakan mati yang dilakukan Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) Mabes Polri terhadap  almarhum Nurdin yang tengah menjalankan shalat Ashar bersama istrinya, hari Sabtu (20/09/2014) lalu.

“Secara nyata dan meyakinkan, Densus 88 telah melakukan operasi extra judicial killing (pembunuhan diluar jalur hukum) terkait aksinya di Dompu dengan menembak mati almarhum Nurdin,” terang Zahra, Humas Presidium Nasional KAMMI dalam rilisnya pada hidayatullah.com, Selasa, (23/09/2014).

Menurutnya, tindakan Densus bentuk nyata pelanggaran HAM Berat dan melanggar UU 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta bertentangan dengan UU NO.5 tahun 1998 terkait Rativikasi Konvensi PBB tentang anti penyiksaan dan perendahan martabat manusia dan penghukuman yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Tidak ada satupun alasan bagi Densus untuk merenggut nyawa alm Nurdin. Kendati yang bersangkutan adalah terduga pelaku teror. Karena hanya pengadilan yang berwenang untuk mevonis yang bersangkutan benar terlibat atau hanya korban salah tangkap.

Namun tindakan Densus 88 dinilai sudah jauh melampaui dari batas kewenangannya. Menembak mati seseorang yang sedang shalat adalah bentuk terorisme atas nama pencegahan terorisme.

Ditambah lagi dengan tidak pekanya Densus 88 terhadap solidaritas warga Dompu dan suasana kebatinan warga pada umumnya yang bisa memicu ketidakstabilan situasi akibat tindakan Densus 88 tersebut.

“Atas nama kemanusiaan dan hukum, kami meminta agar Densus 88 dibubarkan dan menyeret seluruh pihak yang bertanggungjawab ke meja hukum. Sudahi mencari uang dengan cara membunuhi anak negeri,” tutup zahra.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hari Rabu, Pemerintah akan Sidang Penetapan 1 Syawal

Hari Rabu, Pemerintah akan Sidang Penetapan 1 Syawal

Paripurna Komnas HAM soal LGBT Akui Hak Dasar sebagai Manusia

Paripurna Komnas HAM soal LGBT Akui Hak Dasar sebagai Manusia

Wapres JK: Dulu Kita Dicambuk itu Biasa, Sekarang Aturannya Beda

Wapres JK: Dulu Kita Dicambuk itu Biasa, Sekarang Aturannya Beda

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

Peringatan 480 Tahun Hubungan Persaudaraan Aceh & Turki

Peringatan 480 Tahun Hubungan Persaudaraan Aceh & Turki

Baca Juga

Berita Lainnya