Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenag Dihapus, SKB tentang Pendirian rumah Ibadah tak Berlaku

Persyaratan pendirian rumah ibadah dalam SKB harus ada izin sedikitnya 90 orang penduduk dikhawatirkan tak berlaku lagi jika Kemenag dihapus
Bagikan:

Hidayatullah.com—Meski  penghapusan Kementerian Agama (Kemenag) di kabinet Jokowi-JK baru sebatas isu, namun  wacana ini harus diramaikan  di tengah masyarakat. Ini agar Jokowi tahu umat sedang menolak.

“Ummat Islam harus melawan. Caranya buat ramai wacana ini. Alasannya; pertama, kalau memang cuma ‘isu’  supaya  Jokowi-JK tahu, bahwa di luar soal ini ramai dibincangkan. Kedua, kalau memang ternyata benar, supaya Jokowi-JK tahu adanya penolakan sangat keras dari umat Islam. Dengan begitu, diharapkan mereka akan membatalkan rencana yang sama sekali tidak bijak tersebut,” demikian disampaika Edy Mulyadi, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps  Muballigh Jakarta (KMJ) dalam rilisnya.

Seperti diketahui, isu penghapusan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menjadi Kementerian Haji, Zakat dan Wakaf oleh Jokowi telah beredar ke publik menyusul beredarnya kabinet Jokowi yang dimuat di berbagai media massa.

Tak urung, kabar penghapusan Kemenag ini menulai kontroversi, penolakan datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Meski Jokowi membantahnya hari pada Rabu. [Soal Kementerian Zakat, Jokowi: “Kata Siapa Berubah?”]

Menurut Edy,  jika benar, Jokowi- JK merombak Kemenag seperti isu yang berkembamg, berarti ada upaya pendangkalan substansi Kementerian Agama (Kemenag).

“Bahkan tidak berlebihan kalau dikatakan ini adalah langkah-langkah yang bertujuan menghancurkan Islam dan umatnya.”

Menurutnya, sejak Indonesia merdeka, eksistensi Kementerian Agama tidak sekadar mengurus soal-soal wakaf, haji, dan zakat. Ia adalah lembaga yang menangani nyaris seluruh kepentingan umat Islam. Di dalamnya termasuk perkara pendidikan, sosial, rumah ibadah, bahkan juga kidah.

Dihapuskannya Kementerian Agama akan terjadi kebingungan dan keresahan umat.

“Dampak yang tidak kalah seriusnya adalah, kelompok agama lain akan dengan bebas mendirikan tempat ibadah di mana pun mereka mau. Dengan dihapuskannya Kemenag, dengan sendirinya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang pendirian rumah ibadah menjadi gugur,” kata Edy.

Menurut Edy, bukan rahasia lagi, beberapa pendukung Jokowi saat kampanye  sudah lama bernafsu mencabut SKB ini.

“Begitu Jokowi-JK terpilih, yang pertama mereka lakukan adalah menagih presiden terpilih untuk memenuhi janjinya mencabut SKB 3 menteri.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tokoh Hindu Tolak Pornografi

Tokoh Hindu Tolak Pornografi

Punk Muslim Khawatirkan Psikologis Anak-anak Sampang

Punk Muslim Khawatirkan Psikologis Anak-anak Sampang

Peringati G30S/PKI, Buku Kisah Nyata Kekejaman Komunis Dibedah

Peringati G30S/PKI, Buku Kisah Nyata Kekejaman Komunis Dibedah

PKS Pecahkan Rekor MURI “Flashmob Terbesar di Indonesia”

PKS Pecahkan Rekor MURI “Flashmob Terbesar di Indonesia”

Wali Kota Padang: MUI Termasuk Panitia Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

Wali Kota Padang: MUI Termasuk Panitia Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

Baca Juga

Berita Lainnya