Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aktivis Desak Jokowi Berani Usut Orang di sekitarnya yang diduga Terlibat Pembunuhan Munir

ilustrasi
Para jenderal di balik Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) mendatangi Rumah Transisi. Mereka menuntut pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK)  menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

“Kami mendukung komitmen HAM Presiden Jokowi dan mendorong untuk menuntaskan dan mengungkap kebenaran pembunuhan Munir,” kata Sekretaris Eksekutif KASUM Choirul Anam, di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta, Senin (08/09/2014).

Yang tak kalah penting, kata Choirul, Jokowi juga harus berani memeriksa dan mengusut orang-orang di lingkarannya, yang mereka duga turut terlibat dalam pembunuhan Munir.

KASUM menyebut bekas Deputi V Badan Intelijen Negara, Muchdi Purwoprandjono, dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara ketika itu, AM Hendropriyono. Kini, Hendropriyono menjadi penasihat Tim Transisi Jokowi-JK.

“Orang-orang ini diduga kuat terlibat dalam pembunuhan Munir,” pungkas Chairul dikutip laman news.liputan6.

Ring Satu

Sebelumnya, seniman Butet Kartarajasa menyebut ada orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Munir Said di lingkaran Joko Widodo. Orang yang dimaksud sudah disebut-sebut dalam persidangan kasus Munir.

Kendati demikian, Butet berharap penguasa nanti mampu mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhan Munir. Butet menyatakan, Presiden SBY telah gagal dalam mengungkap kasus ini. Ia tidak ingin mempunyai pemimpin yang mengulang kegagalan ini.

“Kita ingin pemimpin yang mampu memenuhi janji penegakan kasus-kasus HAM yang terjadi di Indonesia,” kata Butet, usai membacakan monolog Aku, Pembunuh Munir yang ditulis Seno Gumira Ajidarma, saat peringatan 10 tahun Munir, Ahad (07/09/2014) dikutip Okezone.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Din: Politik Identitas Keislaman Sah-sah Saja

Din: Politik Identitas Keislaman Sah-sah Saja

Perbedaan Rakaat Tarawih jangan Membuat Kita Berpecah-belah

Perbedaan Rakaat Tarawih jangan Membuat Kita Berpecah-belah

Terkait Kasus Siyono, PAHAM: Kaji Ulang Revisi UU Teorisme

Terkait Kasus Siyono, PAHAM: Kaji Ulang Revisi UU Teorisme

Dewan Gereja: Rakyat Papua Berhak Putuskan  NKRI atau Merdeka

Dewan Gereja: Rakyat Papua Berhak Putuskan NKRI atau Merdeka

Anwar Abbas Dorong Muhammadiyah-NU Bersatu Perbaiki Nasib Rakyat

Anwar Abbas Dorong Muhammadiyah-NU Bersatu Perbaiki Nasib Rakyat

Baca Juga

Berita Lainnya