Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dapat Kaos “Tuhan Membusuk”, Peserta OSCAAR UINSA Diminta Pindah Kuliah

ISTIMEWA
Dokumen kegiatan OSCAAR UIN Sunan Ampel 2014
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kasus spanduk kontroversi dalam kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih menyisahkan banyak cerita. Bahkan seorang mahasiswa baru yang akhirnya tidak kembali ke kampus karena dilarang orangtuanya melanjutkan kuliah.

Kejadian ini diungkapkan seorang mahasiswa baru UINSA berinisial AM, saat ditemui hidayatullah.com di depan gedung Fakultas Ushuluddin, UINSA, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (04/09/2014) sore.

AM menuturkan, cerita bermula saat peserta OSCAAR yang sempat tinggal seasrama dengan seorang sahabat barunya, sebut saja BB selesai mengikuti kegiatan pada hari terakhir kegiatan ospek tersebut, Sabtu (30/08/2014).

Usai mengikuti OSCAAR, tutur AM, teman seasramanya itu pulang ke kampungnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Rupanya di rumahnya ia dimarahi bapaknya, sebab mahasiswa baru itu mengenakan baju kaos OSCAAR yang bertuliskan “Tuhan Membusuk”.

“Setelah satu hari di rumah itu, (dia) datang ke asrama. Saya tanyain, kapan datang? Gimana keadaan di rumah? Langsung dia curhat,” tutur AM.

Kampus UINSA Surabaya kini kembali dalam sorotan

Kampus UINSA Surabaya kini kembali dalam sorotan

 

Dalam curhatnya kepada AM, mahasiswa baru tadi mengaku ia dimarahi bapaknya.

“Gara-gara itu, dia bawa baju kenang-kenangan dari panitia (OSCAAR) itu tulisannya ‘Tuhan Membusuk’. Dimarahin sama orang di rumah dia. Nda sampai sih dipukul,” tutur AM, mahasiswa UINSA Fakultas Dakwah.

Sabtu itu juga, temannya AM ini langsung pulang membawa pakaiannya meninggalkan UINSA.

“Iya, saya dimarahi sama bapak. Saya disuruh pindah (kuliah), pokoknya harus pindah,” ungkap ‘korban’ OSCAAR tersebut seperti ditirukan AM.

Namun sayang, AM tidak sempat mendapat cerita detail dan bertanya lebih jauh tentang teman yang baru dikenalnya di asrama pesantren mahasiswa UINSA itu.

AM menduga, bapak temannya itu mungkin mengerti bahaya pemikiran dibalik tulisan “Tuhan Membusuk” tersebut.*

 

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

AQL Launching Sekolah Internasional di Purwakarta untuk Yatim dan Dhuafa

AQL Launching Sekolah Internasional di Purwakarta untuk Yatim dan Dhuafa

Polisi: Kasus SM Bawa Anjing Masuk Masjid Diproses ke Pengadilan

Polisi: Kasus SM Bawa Anjing Masuk Masjid Diproses ke Pengadilan

Imigrasi Siap Cetak 230 Ribu Paspor Hijau

Imigrasi Siap Cetak 230 Ribu Paspor Hijau

Tujuh Keluarga Mualaf asal Nias Dapat Santunan di Aceh

Tujuh Keluarga Mualaf asal Nias Dapat Santunan di Aceh

JPRMI Galakkan Gerakan “Ayo ke Masjid”

JPRMI Galakkan Gerakan “Ayo ke Masjid”

Baca Juga

Berita Lainnya