Kasus Spanduk "Tuhan Membusuk' di UIN Sunan Ampel

Tokoh Islam Malang Surati Kapolda Jatim

Menurut Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Muhid, M.Ag ada kesalahan persepsi antara gagasan besar yang dijadikan tema yang berdampak pada kontroversi

Tokoh Islam Malang Surati Kapolda Jatim
ISTIMEWA
Spanduk "Tuhan Membusuk", salah satu tema kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya yang menjadi kontroversi

Terkait

Hidayatullah.com—Kecewa dengan ulah Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya yang membuat tema kontroversial, tokoh Islam Malang yang melaporkan  kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR)  Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat  ke Poda Jawa Timur.

“Kami atas nama umat Islam, saat ini merasa resah dengan tersebarnya foto beberapa Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan tulisan “TUHAN MEMBUSUK” baru-baru ini,” demikian bunyi surat Koordinator Forum Silaturrahim Pejuang Ahlus Sunnah wal Jamaah Garis Lurus, KH Lutfi Bashori.

Seperti diketahui, dua hari ini beredar foto-foto kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR)  yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya  yang mengangkat tema;  “Tuhan Membusuk” [Konstruksi Fundamentalisme menuju Islam Kosmopolitan].

Rupanya, foto-foto banner bertuliskan “Tuhan Membusuk” ini secara cepat menyebar ke publik.

Lutfi Bashori  mengaku cemas karena disinyalir mahasiswa ushuluddin banyak terpengaruh  paham SePILIS (Sekularisme, Pluralisme agama dan Liberalisme”.

“Mahasiswa Fakultas Ushuluddin di UIN Surabaya sudah terpengaruh SePILIS,” ujarnya pria yang duduk di Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kabupaten Malang ini.

Sementara itu,  Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Muhid, M.Ag mengatakan telah memanggil semua panita acara. Menurutnya ada kesalahan persepsi antara gagasan besar yang dijadikan  tema dan berdampak pada kontroversi.

“Anak-anak memahaminya bahwa apa yang terjadi selama ini bahwa nilai-nilai ketuhanan selama ini telah lepas dari masing-masing orang, itu diekspresikan panitia menjadi sebuah tema besar. Namun redaksi (tulisan dalam spanduk, red) yang berbeda,” ujarnya pada hidayatullah.com, Ahad malam.*

Rep: Cholis Akbar

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !