Senin, 25 Januari 2021 / 12 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Hidayatullah Sebar Dai Mengajar ke Pelosok Nusantara

PPH Surabaya
Para dai muda lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAI) Hidayatullah Surabaya ini berdebar menanti kota tempat penugasan dakwah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebagai komitmen membantu kinerja pemerintah dalam program pendidikan, Hidayatullah sebar 40 dai mengajar ke seluruh pelosok nusantara. Mereka adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAI) Hidayatullah Surabaya,  Sabtu (30/08 /2014) di Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Setidaknya titik pelosok nusantara yang dikirim dai mengajar antara lain Kabupaten Masohi di Maluku Tengah, Kabupaten Biak di Papua, Halmahera Timur, Tual di Maluku serta di Kepulauan Mentawai Sumatra. Beberapa diantaranya ditugaskan di Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Menurut Abdul Kholik, Rektor STAI Luqman al Hakim Hidayatullah Surabaya, penugasan dai mengajar ini sebagai wujud kepedulian Hidayatullah dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia.

“Misi yang diambil adalah menciptakan sekolah-sekolah berkualitas bagi anak-anak pelosok agar memiliki karakter yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Kholik menjelaskan para dai selama empat tahun diberikan pembekalan secara formal cara mengajar serta menghadapi masyarakat di lapangan. Sehingga para dai memiliki bekal cukup menjadi pendidik sekaligus dai yang profesional.

Ada yang menarik menurut lelaki kelahiran Pacitan ini, seluruh penugasan dai mengajar ini tidak satu pun yang tahu tempat penugasan sebelumnya. Mereka baru mengetahui ketika prosesi penugasan.

“Kita buat surprise untuk mengukur seberapa siap para dai mengajar ditugaskan dimanapun,” katanya.

Seperti Sugiyono misalnya. Dai mengajar satu ini ditugaskan ke kepulauan Mentawai. Selama empat tahun menimba ilmu di STAI Luqman al Hakim tidak terbesit sedikit pun bakal mendapat tugas di kepulauan yang konon memiliki tingkat intensitas gempa cukup tinggi. “Dimanapun kami harus siap,” tegasnya.

Lain lagi dengan Idham Khalid, dai mengajar ini ditugaskan ke Halmahera Timur. Ia sempat kaget karena daerah ini sangat pelosok dan merupakan pengembangan daerah baru di Halmahera. Tapi ia berusaha tegar karena ia yakin dimanapun ditugaskan akan memberikan kemampuan maksimal. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Rumah Sakit Katolik di NTT, Layani Pasien Miskin

Rumah Sakit Katolik di NTT, Layani Pasien Miskin

Muhammadiyah: Ternyata, Warga Tidak Pernah Menolak Autopsi Jenazah Siyono

Muhammadiyah: Ternyata, Warga Tidak Pernah Menolak Autopsi Jenazah Siyono

MUI Ingin Bentuk Ikatan Ulama Serumpun

MUI Ingin Bentuk Ikatan Ulama Serumpun

CIPS: Kekeringan Mengancam Ketahanan Pangan Indonesia

CIPS: Kekeringan Mengancam Ketahanan Pangan Indonesia

Sudah Saatnya Pemerintah dan DPR Rumuskan RUU Anti Prostitusi

Sudah Saatnya Pemerintah dan DPR Rumuskan RUU Anti Prostitusi

Baca Juga

Berita Lainnya