Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ustadz di Kapal Motor Nggapulu: Sebaiknya Tidak Shalat Pakai Baju Kaos

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Ustadz Ahmad Fitri dalam ceramah Shubuh di Mushalla Aro Uufu, KM Nggapulu
Bagikan:

Hidayatullah.com– Shalat merupakan ibadah terpenting dalam ber-Islam. Sehingga, mulai pikiran sampai pakaian dalam shalat harus diperhatikan. Misalnya dengan memakai pakaian yang terbaik.

Hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Fitri dalam ceramah usai shalat Shubuh berjamaah di Mushalla Aro Uufu, dek 7 Kapal Motor (KM) Nggapulu, Jumat (15/8/2014).

Dalam perjalanan dari Tolitoli transit Pantoloan, Sulawesi Tengah, menuju Balikpapan, Kalimantan Timur itu, Ahmad Fitri menyerukan ratusan jamaah yang hadir untuk menjaga kekhusyuan dan konsistensi dalam shalat.

“Ibadah utama (adalah) shalat. Kalau shalat pakailah pakaian yang paling bagus. Masa ke masjid dengan pakai (baju) kaos saja?!” ujar pembimbing Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan ini dalam perjalanan pulangnya dari bersilaturahim ke Tolitoli.

Ahmad Fitri mengatakan, jangan sampai saat menghadiri acara pernikahan, misalnya, berpakaian yang lebih bagus daripada saat shalat.

“Mana yang lebih penting, menghadiri shalat atau pengantin,” ujar dai yang sering berpakaian Muslim serba putih ini setengah bertanya.

Ia mengatakan, shalat lima waktu sepatutnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid, bukan sendiri-sendiri.

Shalat, katanya, memiliki ruh, yaitu kekhusyu’an. Khusyu dalam shalat merupakan kebahagiaan orang beriman.

Ada beberapa syarat untuk bisa khusyu’ dalam shalat, bebernya. Di antaranya yaitu jangan sampai ada gangguan di mata dan pikiran.

Syarat lainnya, ujar Ahmad Fitri, pandangan ketika shalat hanya fokus ke tempat sujud.

“Mari jaga shalat kita ini,” pesannya, seraya mengutip sebuah ayat al-Qur’an yang bermakna bahwa sungguh beruntunglah orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

“Apa yang saya sampaikan adalah peringatan untuk saya dan kita semua,” pungkas ustadz yang pernah menjadi ketua dewan fatwa Hidayatullah ini.

Seperti diketahui, pelaksanaan shalat berjamaah di atas kapal-kapal angkutan penumpang milik PT PELNI selama ini memang berjalan rutin. Khususnya setiap waktu shalat Zhuhur, Maghrib, dan Shubuh. Pantauan Hidayatullah.com di KM Nggapulu, shalat Zhuhur dan Maghrib biasanya selalu di-jamak qashar masing-masing dengan Ashar dan Isya’.

Sementara itu pada siang harinya, dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan, khatib Drs Tasyrif Amin juga menyampaikan urgensi shalat berjamaah.

Menurut Ketua Bidang Pelayanan Ummat Pimpinan Pusat Hidayatullah ini, shalat berjamaah merupakan pilar penting untuk membangun peradaban Islam.

Sepenting-pentingnya shalat fardhu, menurutnya, lebih penting shalat lima waktu yang dilaksanakan berjamaah di masjid.

“Bukan (sebatas) shalat lima waktu, tapi shalat berjamaahnya,” ujarnya di depan ribuan jamaah Jumat ar-Riyadh.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Ba’asyir: Masalah Korupsi Hanya Selesai Dengan Syariat Islam

Ba’asyir: Masalah Korupsi Hanya Selesai Dengan Syariat Islam

BSMI Akan Berangkat ke Myanmar

BSMI Akan Berangkat ke Myanmar

AS Keluar dari Dewan HAM PBB, Indonesia Bisa Tingkatkan Peran Global

AS Keluar dari Dewan HAM PBB, Indonesia Bisa Tingkatkan Peran Global

HNW: Pemimpin Bertakwa akan Kelola Negara dengan Baik

HNW: Pemimpin Bertakwa akan Kelola Negara dengan Baik

Loyalitas Konstituen Partai Koalisi Pemerintah Terhadap Jokowi Rendah

Loyalitas Konstituen Partai Koalisi Pemerintah Terhadap Jokowi Rendah

Baca Juga

Berita Lainnya