Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Alasan Jokowi pilih Hendropriyono jadi Penasihat Intelijen

Tempo
AM Hendropriyono
Bagikan:

Hidayatullah.com–Meski banyak mendapat kritikan atas pemilihan Jenderal (Purn) Hendropriyono sebagai penasihat tim transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Jokowi tetap tidak gentar.

Dia memiliki alasan tersendiri mengapa memilih mantan kepala badan intelijen negara tersebut, salah satunya adalah karena luasnya pengalaman Hendropriyono.

“Ya supaya menasihati, masalah intelijen, kita perlu tahu. Kita perlu ngerti,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selatan Selasa (12/08/2014) dikutip Antara.

Jokowi menegaskan pilihannya jatuh kepada Hendropriyono tanpa rekomendasi siapa pun.

Selain Hendropriyono, Jokowi juga menunjuk penasihat dari berbagai kalangan termasuk tokoh agama, politik, dan militer.

Meski ada pihak menuding Hendropriyono melakukan pelanggaran HAM, Jokowi menolak untuk terjebak dalam hal yang masih bersifat dugaan.

“Ya tidak apa-apa kalau ada yang bilang begitu, semua orang bebas berikan pendapat tapi kan belum jelas masih diduga kalau diduga dijadikan isu kan kasihan,” katanya.

Penunjukkan Hendropriyono mendapat kecaman dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Hendro disebut terlibat dalam dua kasus pelanggaran HAM yaitu Talangsari, Lampung dan pembunahan aktivis Munir.*

 

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menko Polhukam Akan Proses Para Pelaku dan Aktor Intelektual Demo Buruh, Fahri: Ajak Presiden untuk Jujur dengan Keadaan

Menko Polhukam Akan Proses Para Pelaku dan Aktor Intelektual Demo Buruh, Fahri: Ajak Presiden untuk Jujur dengan Keadaan

Tak Hanya Dengan Pria, Dengan Tukang Sayurpun, Perlu Jaga Pandangan

Tak Hanya Dengan Pria, Dengan Tukang Sayurpun, Perlu Jaga Pandangan

DPR Ragukan Keseriusan Pemerintah Perangi Korupsi

DPR Ragukan Keseriusan Pemerintah Perangi Korupsi

Frans Magnis: “Toleransi Beragama Di Indonesia Masih Sangat Tinggi”

Frans Magnis: “Toleransi Beragama Di Indonesia Masih Sangat Tinggi”

Dirjen Pendis: Mustahil Pendidikan Agama akan Dihilangkan

Dirjen Pendis: Mustahil Pendidikan Agama akan Dihilangkan

Baca Juga

Berita Lainnya