Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aktivis Muslimah Keberatan Penggunaan Istilah Jilbo*bs

ilustrasi
Kebiasan-kebiasan menutup aurat tidak sesuai syariah dan hobi selfie menjadi sasaran pria iseng
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para aktivis Muslimah yang selama ini setia menggunakan penutup aurat sesuai syariat dikejutkan dengan fenomena Jilbo*bs (istilah bagi mereka yang berjilbab namun pemakaiannya masih ketat dan menunjukkan bagian tubuhnya, red).
Dampaknya dari fenomena ini bermunculan akun-akun olok-olok bernada melecehkan wanita pengguna jilbab  baik itu di Twitter maupun Facebook, yang berisikan foto-foto selfie mereka yang berjilbab ketat.

Peneliti dari Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Suci Susanti, mengaku tidak setuju dengan penggunaan istilah Jilbo*bs, karena menurutnya penggunaan istilah tersebut berasal dari kata jilbab.

“Saya prihatin dengan fenomena Jilbo*bs. Secara pribadi, saya tidak setuju dengan penggunaan kata Jilbo*bs karena asal kata yang digunakan dari kata jilbab. Dimana jilbab memiliki arti mulia jika seorang muslimah memakainya”, akunya kepada hidayatullah.com, Sabtu (09/08/2014).

Karenanya, untuk selanjutnya peneliti yang juga pendiri “Gerakan Perduli Remaja” ini akan menggunakan kata jilbab ketat saja.
Begitu pula pengurus Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), Rita Hendrawaty Soebagio dan Penyiar Radio Dakta Bekasi, Yola Damayanti.

Sama seperti Suci, mereka keberatan dengan penggunaan istilah Jilbo*bs.

“Fenomena yang sekarang marak terjadi di kalangan Muslimah adalah apa yang disebut dengan Jilbo*bs. Walaupun secara pribadi saya agak keberatan dengan memplesetkan terminologi jilbab. Karena akan menjadi jalan masuk dari pihak-pihak tertentu yang sudah dipenuhi dengan apriori terhadap hukum berjilbab untuk semakin melecehkan syariat mulia ini,” terang ibu tiga anak ini yang juga mengurus Yayasan Al-Khansa BSD.

Sementara itu, Yola beralasan, istilah Jilbo*bs merupakan pelecehan. Kepada Muslimah yang berjilbab, namun belum sepenuhnya menutup aurat, ia berpesan agar mereka dinasehati.

“Ngga pantes, pelecehan tuh. Kalau mau diingetin (dinasehati, red) aje baek-baek bukan malah dibully dan dikotak-kotakkin, kalau diomongin baek-baek tentang berbusana syar’i entar juga malu sendiri,” pungkasnya saat dihubungi hidayatullah.com, Ahad (10/08/2014).

Aktivis Muslimah ini mengingatkan, olok-olok terhadap para wanita Muslimah tidak terjadi jika para wanita Muslim tak hobi menaruh foto-foto selfie-nya, apalagi menyangkut aurat dan bentuk-bentuk tubuhnya di jejaring sosial. Karena justru melalui itulah banyak orang iseng memanfaatkan menjadi hal negatif.*

 

Rep: Sarah Chairunnisa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

TNI AL Selenggarakan Musabaqah Hifdzil Quran

TNI AL Selenggarakan Musabaqah Hifdzil Quran

PP Muhammadiyah: RUU HIP Tidak Urgen, Tak Perlu Dilanjutkan

PP Muhammadiyah: RUU HIP Tidak Urgen, Tak Perlu Dilanjutkan

Istri: Densus Injak Ghazali Saat Sedang Shalat

Istri: Densus Injak Ghazali Saat Sedang Shalat

KontraS Indikasikan Praktik Extra Judicial Killing pada Penembakan 6 Anggota FPI

KontraS Indikasikan Praktik Extra Judicial Killing pada Penembakan 6 Anggota FPI

Syeikh Dr.Muhammad ad-Duwaisy: Setiap Muslim Wajib Berdakwah

Syeikh Dr.Muhammad ad-Duwaisy: Setiap Muslim Wajib Berdakwah

Baca Juga

Berita Lainnya