Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sambut Keputusan KPU, GP Anshor Pesta Cukur Gundul

Sindo
Ketua Umum GP Anshor, Nusron Wahid (tengah) bersama anggota GP Anshor
Bagikan:

Hidayatullah.com—Menandai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, ratusan pemuda GP Anshor merayakan kemenangan dengan cara mencukur rambut.

Organisasi GP Ansor larut dalam sukacita merayakan kemenangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pemilihan Presiden 2014 diiringi salawat di markas GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa sore (22/07/2014).

Organisasi yang dipimpin Nusron Wahid itu bersukacita karena capres yang mereka usung memenangi pilpres.

Di sela-sela menunggu pengumuman hasil rekapitulasi suara pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum, sejumlah kader GP Ansor mencukur gundul kepalanya. Satu per satu kader GP Ansor dicukur oleh para tukang cukur yang sudah disediakan. Acara itu menyita perhatian masyarakat, terutama para pengguna jalan.

Tampak aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Nusron Wahid juga turut cukur gundul. Mengenakan baju koko putih, politikus Partai Golkar yang mendukung Jokowi itu duduk di kursi untuk dicukur.

“Saya punya nazar, kalau pilihan kita menang, saya potong rambut bersama seribu Banser,” kata Nusron dikutip JPNN.

Dia menyatakan akan berkeliling untuk melihat aksi potong rambut itu. Saat ini, kata dia, di Kantor GP Ansor terdapat 200 lebih anggota Banser yang menggunduli kepalanya. Belum lagi di daerah-daerah yang lain. Dia menyatakan, menggunduli kepala menandakan bahwa itu kembali kepada fitrah yang suci.

“Kita menyongsong Indonesia baru, pemerintahan baru, dimaknai kepala yang baru (gundul). Ini rambut untuk menghapus dosa-dosa. Kita ingin memulai babak baru,”demokrasi baru, menciptakan clean government, dan good governance,” kata Nusron.

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil pemilu presiden 2014 karena dianggap cacat hukum, tidak jujur serta tidak adil.

Prabowo juga mengatakan, telah terjadi kecurangan masif, terstruktur, sistematis pada pelaksanaan pemilu 2014, sehingga dia menyatakan menolak pelaksanaan pilpres 2014.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DSI Banda Aceh akan Sebarkan Da’i

DSI Banda Aceh akan Sebarkan Da’i

Komisi Yudisial Nilai Keputusan Sarpin adalah Keputusan MK

Komisi Yudisial Nilai Keputusan Sarpin adalah Keputusan MK

Jangan Terjebak Provokasi Politik Indonesia

Jangan Terjebak Provokasi Politik Indonesia

PKS: Kita Doakan, Jokowi-Jk Dapat Keluarkan Kita dari Krisis

PKS: Kita Doakan, Jokowi-Jk Dapat Keluarkan Kita dari Krisis

Muhammadiyah Adakan Olimpiade Nasional Perguruan

Muhammadiyah Adakan Olimpiade Nasional Perguruan

Baca Juga

Berita Lainnya