Kamis, 27 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Jurnalistik Terpuruk, Media Massa Tak Boleh Jadi Simpatisan Capres

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi Metro TV terkait tayangan umrah yang dilakukan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hampir semua media massa saat ini begitu seronok bahkan terkesan vulgar membela kedua pasangan capres-cawapres. Atas fenomena ini, wartawan senior Herry Mohammad menilai media-media tersebut sudah jadi simpatisan.

“Itu faktanya kan memang begitu, sudah partisan, dan hampir semua media mainstream sudah menjadi simpatisan di kedua belah kubu (kandidat capres),” ujar Herry saat dihubungi hidayatullah.com dalam suatu perjalanannya di Jakarta, Selasa (15/07/2014) siang.

Menurut Herry, dalam kondisi pilpres saat ini, media massa tidak boleh berpihak ke salah satu capres.

“Yang terjadi (saat ini) kan keberpihakan, yang membuat jurnalistik kita pada posisi yang terpuruk,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Perilaku media simpatisan capres, tegas Herry, secara jurnalistik tetap tidak bisa dibenarkan.

Yang dibolehkan, terangnya, kalau media menulis fakta yang ada terkait pasangan capres. Asalkan, kata dia, dalam sebuah berita tidak serta merta memihak.

“Kalau sudah ada niat (keberpihakan. Red), dan sudah mengarah ke salah satu calon, itu tidak dibenarkan,” tegasnya.

Herry menilai, media simpatisan capres saat ini bukan hanya dari kalangan mainstream. Tapi juga media non-mainstream.

Wong yang tidak mainstream (juga) sudah jadi simpatisan (capres). Media-media Islam juga lebih vulgar malah. Lihat itu, keberpihakannya begitu jelas,” ujarnya seraya menyebut sebuah media Islam.

“(Fenomena) ini tidak bagus dengan dunia jurnalistik. Belum lagi kalau kita menimbangnya dari sisi syariat,” pungkasnya.*

 

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

pengaduan masyarakat

Malam Takbiran, TNI-Polisi Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

Pasbar Wajibkan Sertifikat Baca al-Quran

Pasbar Wajibkan Sertifikat Baca al-Quran

“Klarifikasi FPI Bekasi Raya Atas Insiden HKBP”

“Klarifikasi FPI Bekasi Raya Atas Insiden HKBP”

Dalih Polisi Tahan Jawara Betawi Dinilai Aneh dan Dipaksakan

Dalih Polisi Tahan Jawara Betawi Dinilai Aneh dan Dipaksakan

Jika Ahok tidak Dihukum, Orang akan Bebas Menghina Agama

Jika Ahok tidak Dihukum, Orang akan Bebas Menghina Agama

Baca Juga

Berita Lainnya