Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Seruan MIUMI tentang Pilpres 9 Juli 2014

hidayatullah.com/Kholili
Acara Munas I MIUMI di Jakarta
Bagikan:

Hidayatullah.com—Inilah isi lengkap seruan Pimpinan Pusat Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan ajakan dan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memilih pemimpin sesuai syariat dan mengajak memilih pemimpin yang peduli pada umat Islam.

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam rangka menyambut pemilihan presiden (Pilpres) RI 2014-2019, yang akan berlangsung 9 Juli 2014, Pimpinan Pusat Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan ajakan dan imbauan kepada umat Islam Indonesia sebagai berikut:

1. Agar menggunakan hak pilihnya, untuk memilih salah satu pasangan capres-cawapres dengan niat dan tujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar serta sebagai bentuk keperdulian kita sebagai ummat Islam terhadap kepentingan ummat Islam yang lebih luas.

2. Agar dalam memilih tetap menggunakan pertimbangan siyasah syar’iyyah yaitu memilih presiden yang: (1) muslim (2) cerdas (3) berkomitmen positif terhadap aspirasi umat Islam (4) memiliki jiwa dan kemampuan memimpin (5) jujur (6) berani (7) kuat (8) tidak serakah dunia (9) bersemangat membangun Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, mandiri dan bermartabat (10) tidak mudah tunduk kepada tekanan-tekanan asing yang merendahkan martabat bangsa.

3. Agar sebelum menjatuhkan pilihan, menggali informasi seluas mungkin dari sumber-sumber terpercaya, melakukan musyawarah, dan melakukan shalat istikharah untuk memantapkan pilihan.

4. Agar berdoa secara tulus ikhlas dan sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu Wata’ala , mengharapkan agar calon pemimpin yang terpilih nanti, diberi kekuatan dan kemampuan oleh Allah Subhanahu Wata’ala  sebagai pemimpin negara yang kuat memegang amanah, bersungguh-sungguh menjalankan kepemimpinan untuk menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang adil dan makmur di bawah naungan Ridho Allah Subhanahu Wata’ala  (baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur).

5. Agar umat Islam yang berbeda pilihan tetap menjaga persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Agar tidak bersikap sombong jika pilihannya menang, dan tidak kecewa, marah dan bertindak anarkis bagi yang pilihannya kalah.

6. Agar sesudah memperoleh hasil pemilihan Presiden, umat Islam tetap berkomitmen melaksanakan kewajiban amar ma’ruf nai munkar, memberikan taushiyah yang baik dengan sesama Muslim, khususnya kepada pemimpin yang terpilih, dengan tetap berpegang teguh kepada akhlakul karimah.

Demikian seruan ini kami sampaikan dengan ikhlas, semoga Allah Subhanahu Wata’ala  memberikan petunjuk kepada kita semua untuk memilih pemimpin yang lebih baik.

Ditetapkan di Jakarta, 6 Juli 2014/ 8 Ramadhan 1435

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Farid Okbah: Penyebaran Syiah Sudah Masuk Persiapan Asykariyah

Farid Okbah: Penyebaran Syiah Sudah Masuk Persiapan Asykariyah

Wamenag Minta Ulama Merespons Perkembangan Teknologi

Wamenag Minta Ulama Merespons Perkembangan Teknologi

MUI Jakut:  Penyimpangan Akidah Sering Terjadi di Makam Mbah Priok

MUI Jakut: Penyimpangan Akidah Sering Terjadi di Makam Mbah Priok

Usai Bertemu Megawati, Prabowo: Kita Bisa Bantu Masalah Kebangsaan

Usai Bertemu Megawati, Prabowo: Kita Bisa Bantu Masalah Kebangsaan

Pemuda Muhammadiyah: Hukum Telah Dimatikan oleh Kuasa Politik

Pemuda Muhammadiyah: Hukum Telah Dimatikan oleh Kuasa Politik

Baca Juga

Berita Lainnya