Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

PPSI: “Pernyataan Romo Magnis Ancam Keutuhan Negeri”

Franz Magnis-Suseno SJ, tokoh Katolik Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presidium Poros Pelajar Santri Indonesia (PPSI) Ali Rasyid menilai, meminta Romo Magnis Suseno tak banyak berkomentar tentang Islam.

Pernyataan ini disampaikan Ali Rasyid menanggapi surat Romo Magnis yang menyatakan Prabowo-Hatta didukung atau dikelilingi oleh Islam garis keras.

“Dia (Magnis) tidak mengerti,” katanya Jumat (04/07/2014) di hadapan awak media dalam acara diskusi yang diadakan di salah satu kafe di bilangan Cikini, Jakarta.

Ali, menambahkan, seharusnya sebagai rohaniawan sikap Romo tidak sepantasnya seperti itu. Semestinya ia harus berpikir dan menghimbau agar Pemilu presiden mendatang berjalan aman, damai, dan netral.  Karena menurutnya itu lebih terhormat.

“Harusnya ia bersikap netral. Dorong Pilpres damai dan sukses. Ini lebih hormat,” tambahnya.

Ia pun dengan tegas mengatakan bahwa pernyataan Magnis, secara moral dianggap sama saja meruntuhkan negeri Indonesia. Ini harus dihindari. Dan selayaknya ia tidak memancing dengan pernyataan tersebut.

“Sebagai tokoh agama harusnya ia menjaga negeri ini tetap utuh. Jangan justru memancing,” tegas Ali Rasyid.

Ali juga mengatakan, jika menyinggung masalah fundamentalisme seharusnya berkaca, tidak hanya satu kasus yang menyudutkan umat Islam. Liat lebih jauh lagi termasuk fundamentalisme kelompok lain terhadap Islam.

“Liat kasus Priok dan Talang Sari,” tutupnya.

PPSI dengan organisasi pelajar dan santri di seluruh Indonesia. Antara lain, Santri Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Pelajar Wasliyah, Pelajar Islam Indonesia, dan beberapa aliansi pelajar Islam.

Poros Pelajar Santri Indonesia (PPSI) deklarasikan Rumah Perjuangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Kamis (12/06/2014), yang  merupakan bagian dari dukungan terhadap pasangan capres bernomor urut 1 itu dalam Pilpres 9 Juli.

Tanggapan Muhammadiyah

Sebelumnya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan, pernyataan Romo Magnis dalam surat terbukanya yang menyebutkan bahwa pendukung Prabowo-Hatta berasal dari kalangan Islam garis keras sangat disayangkan.

“Pernyataan itu secara implisit mengandung unsur kebencian terhadap sekelompok orang, Apalagi dia tidak menjelaskan kelompok mana saja yang dia maksud dengan Islam garis keras,” ujar Daulay, Kamis (03/07/2014) dikutip Republika Online.

Ia menambahkan, Romo Magnis Suseno juga tidak pantas mengomentari pernyataan Amien Rais tentang semangat perang Badar dan perang Uhud. Hal tersebut dikarenakan Romo Magnis tidak mendengar secara langsung pernyataan tersebut dari Amien Rais.

Selain itu, Romo Magnis dinilai juga tidak kompeten untuk menjelaskan sejarah Islam karena di luar disiplin keilmuannya. *

 

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Razia Ayam Tiren di Pasar Jakarta

Polisi Razia Ayam Tiren di Pasar Jakarta

Muhammadiyah Desak Pemerintah Lindungi WNI di China

Muhammadiyah Desak Pemerintah Lindungi WNI di China

Ratusan WNI Menjadi Pelacur di Saudi

Ratusan WNI Menjadi Pelacur di Saudi

MUI Tegaskan, Pemerintah Perlu Ciptakan Ekonomi Berkeadilan

MUI Tegaskan, Pemerintah Perlu Ciptakan Ekonomi Berkeadilan

Soal Capres, Majelis Syuro PKS Apresiasi Rekomendasi GNPF

Soal Capres, Majelis Syuro PKS Apresiasi Rekomendasi GNPF

Baca Juga

Berita Lainnya