Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Satria Dharma: Ramadhan Momentum Memulai Gerakan Literasi

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Satria (pegang buku) saat bersama Ustaz Abdurahman dan pembimbing Hidayatullah Gunung Tembak
Bagikan:

Hidayatullah.com– Penggagas Gerakan Literasi Sekolah Satria Dharma meyakini, Ramadhan sebagai bulan al-Qur’an erat kaitannya dengan literasi. Olehnya, Satria menilai Ramadhan momen yang tepat untuk memulai gerakan membaca tersebut.

“(Sebab) untuk bisa memahami dan mendalami Al-Qur’an, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dibutuhkan kemampuan literasi membaca dan menulis (‘allama bil qalam),” ujarnya yang tengah berada di Surabaya, saat berbincang-bincang dengan hidayatullah.com melalui perangkat seluler, Kamis, (03/07/2014).

Menurut Satria yang juga Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi juga didalami maknanya. Apalagi di bulan Ramadhan, bulannya mendalami al-Qur’an.

“Gerakan Literasi yang dimulai pada Ramadhan adalah sangat tepat, dan memang sudah selayaknya dimulai di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Sejauh ini, Satria mengakui telah mencanangkan gerakan literasi di sekolah-sekolah setiap waktu liburan, termasuk saat Ramadhan.

“Kami masuk ke sekolah-sekolah dan para siswa mengisi liburannya dengan membaca. Begitu masuk sekolah nanti kami akan tanyai, sudah berapa buku yang telah mereka baca selama liburan,” bebernya.

Islam Mengawali Literasi

Selain ke sekolah, kampanye gerakan literasi Satria juga menyasar pesantren. Beberapa waktu lalu, Satria mengkampanyekan gerakannya di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di gedung serba guna pesantren tersebut, Satria menggelar Seminar Pencanangan Program Literasi Pondok atas prakarsa Hidayatullah dan Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra (MARAMA), Sabtu (21/6/2014).

Pada seminar itu, Satria mendorong pesantren untuk mulai menggalakkan budaya literasi. Jangan sampai, katanya, ada orang umat Islam yang tidak membaca. Sebab literasi sudah lebih dulu dikenalkan oleh Islam daripada Barat, yaitu dalam perintah “Iqra’ (bacalah!)”.

“Islam jaya karena mengembangkan literasi sampai tahapan pengembangan ilmu pengetahuan. Jika anak kita tidak memiliki budaya literasi, maka kita gagal sebagai orangtua. Jika  murid kita tidak memiliki budaya literasi, maka kita gagal sebagai guru,” ujarnya, pada acara yang dihadiri Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad, serta para guru dan santri ini.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag: MTQ Jangan Jadi Rutinitas yang Kehilangan Makna

Kemenag: MTQ Jangan Jadi Rutinitas yang Kehilangan Makna

Persaudaraan Haji Akan Bangun Menara Bisnis Syariah

Persaudaraan Haji Akan Bangun Menara Bisnis Syariah

Mahasiswa Menghafal 1 Juz per Semester Dinilai Terlalu Sedikit

Mahasiswa Menghafal 1 Juz per Semester Dinilai Terlalu Sedikit

Warga Muhammadiyah Perlu Kaji Buku “Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin”

Warga Muhammadiyah Perlu Kaji Buku “Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin”

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Baca Juga

Berita Lainnya