Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ditantang Ketua IGI Baca 12 Buku, Pimpinan Umum Hidayatullah Ladeni 10 Kali Lipat

hidayatullah.com/M Abd Syakur
Satria Dharma (kiri), Ustadz Abdurrahman (tengah) dan pengurus Hidayatullah Balikpapan Ustadz Zainuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com- Ketua Ikatan Guru (IGI) Satria Dharma menantang santri dan warga Hidayatullah untuk rajin membaca buku. Setiap orang, katanya, bisa membaca 1 buku tiap bulan, alias 12 buku setahun.

Tantangan ini diladeni Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad. Ia berharap, jamaahnya terkhusus di Kampus Pusat Gunung Tembak sering-sering membaca buku.

“Kalau Pak Satria setiap tahun bisa membaca 12 buku, maka orang-orang Gunung Tembak bukan 12 buku setiap tahun, (tapi) sepuluh kali lipat dari itu,” ujarnya pada acara Tasyakuran Kelulusan dan Penugasan Santri Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Angkatan XXII di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Menguatkan tantangannya, Satria pada hari itu menyumbangkan buku-buku kepada Hidayatullah sebanyak 20 kilogram. Pemberian ini dinilai Ustadz Abdurrahman sebagai karunia yang harus dimanfaatkan jamaahnya.

“Ada karunia harus 10 kali lipat. Bahkan lebih daripada itu, bighoiri hisab (tanpa perhitungan. Red),” ujarnya, sebagai dalih meladeni tantangan Satria.

Abdurrahman pun menjelaskan, membaca merupakan salah satu langkah membangun peradaban Islam. Sebagaimana wahyu pertama dalam surat al-‘Alaq, “Iqra’! (Bacalah!)”.

“Al-Qur’an itu bacaan maka dia harus dibaca. Ke mana-mana kita bawa al-Qur’an. Al-Qur’an ini pedoman untuk membaca apa saja. Membaca yang terlihat dan tidak terlihat. Kalau ada spirit al-Qur’an, sehingga memang apa aja mau dibaca,” ujarnya berpesan.

“Bacalah budaya Indonesia ini. Pelototi budaya yang berkembang di Indonesia ini. Indonesia ini kaya dengan budaya, kaya dengan suku-suku bangsa,” lanjutnya.

Pelopori Masjid Perpustakaan

Abdurrahman pun mengaku, tantangan Ketua IGI membuatnya lebih bersemangat menyelesaikan pembangunan gedung baru Masjid ar-Riyadh di Gunung Tembak. Sebab, di puncak masjid tersebut akan dijadikan perpustakaan.

“Kita ingin menjadikan Masjid (di) Gunung Tembak ini sebagai pelopor pembangunan masjid perpustakaan, sebelum didahulukan orang (lain). Tapi kalau Pak (Satria) Dharma mau mendahului, silahkan, siapa tahu masjidnya sudah ada,” lanjut Abdurrahman.

Sementara Satria mendorong jamaah pesantren untuk giat membaca. Sebab, menurutnya, membaca merupakan perintah Allah, bukan sebatas anjuran.

“Pesantren seharusnya menjadi komunitas yang paling banyak membaca. Nantinya setelah ini Pondok Pesantren Hidayatullah menjadi pondok yang paling banyak membaca sedunia. Ini saya bawa buku 20 kg untuk Hidayatullah,” ujarnya berharap.*

(Foto: Satria Dharma (kiri), Ustadz Abdurrahman (tengah) dan pengurus Hidayatullah Balikpapan Ustadz Zainuddin- by Syakur)

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengantar Menag Di Buku Syiah Dinilai Sakiti Hati Umat Islam

Pengantar Menag Di Buku Syiah Dinilai Sakiti Hati Umat Islam

PKS Desak Pemerintah Integrasikan Pelajaran Agama ke Semua Mata Pelajaran

PKS Desak Pemerintah Integrasikan Pelajaran Agama ke Semua Mata Pelajaran

Bawaslu Menduga, Tim Kampanye Mega-Pro Terima Dana Asing

Bawaslu Menduga, Tim Kampanye Mega-Pro Terima Dana Asing

Mahfud MD: Perda Bernuansa Syariah Sudah Ada dalam KUHP

Mahfud MD: Perda Bernuansa Syariah Sudah Ada dalam KUHP

Wapres: Sertifikasi Halal Jangan Sampai Rugikan Industri

Wapres: Sertifikasi Halal Jangan Sampai Rugikan Industri

Baca Juga

Berita Lainnya