Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Apresiasi Penutupan Dolly, MUI Balikpapan: Kota Lain Ikutilah Surabaya

Lokalisasi Dolly, Surabaya, sebelum ditutup.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekeretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan M. Jailani mengapresiasi penutupan lokalisasi Dolly-Jarak di Surabaya, Jawa Timur. Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut diharapkan diikuti oleh pemerintah daerah lainnya.

“Alhamdulillah, MUI Kota Balikpapan menyampaikan apresiasi sangat positif apa yang telah dilakukan oleh Walikota Surabaya bersama-sama ormas Islam, yang telah mendukung penutupan tempat maksiat (lokalisasi Dolly-Jarak) tersebut,” ujarnya kepada Hidayatullah.com di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (20/6/2014).

Jailani menilai, tindakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini mempelopori penutupan kedua lokalisasi tersebut sebagai bentuk jihad. Risma pun diharapkan tetap istiqomah memberangus berbagai kemaksiatan.

“Teriring doa semoga Ibu Risma yang telah disemangati ruh jihad memberantas kemaksiatan-kemaksiatan, senantiasa diberikan kekuatan lahir dan batin, dan tetap dalam perlindungan Allah,” ujarnya.

“Semoga langkah beliau juga diikuti oleh kepala daerah di seluruh Indonesia,” lanjutnya berharap.

Di Balikpapan sendiri setahun sebelumnya telah dilakukan penutupan lokalisasi Lembah Harapan Baru (LHB) oleh Pemkot Balikpapan.

Saat disinggung ini, Jailani meminta Pemkot terus mengawasi bekas kompleks pelacuran yang dikenal dengan sebutan Kilometer (Km) 17 tersebut.

“MUI Balikpapan meminta kepada Pemkot Balikpapan (agar) tetap melakukan pengawasan di Km 17  tersebut, sehingga tidak ada aktifitas prostitusi pasca-penutupannya,” ujarnya.

Ditanya soal sejauh mana keterlibatan MUI Balikpapan dalam pembinaan mantan pelacur LHB, Jailani mengungkap, hingga saat ini pihaknya secara kelembagaan tidak pernah dilibatkan oleh pemkot.

“Namun apa yang dilakukan Disnakersos (Dinas Tenaga Kerja dan Sosial. Red) dengan melibatkan para penyuluh agama pernah dilakukan,” ujarnya.

Tapi, lanjutnya, perkembangan LHB selanjutnya hingga kini, hanya instansi terkait tersebut yang mengetahuinya. Lokalisasi LHB yang terletak di Kilometer 17, Karang Joang, Balikpapan Utara ditutup secara resmi pada Rabu, 5 Juni 2013.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

20 Tahun Reformasi, Pusdikham Uhamka Soroti Penanganan Kasus HAM

20 Tahun Reformasi, Pusdikham Uhamka Soroti Penanganan Kasus HAM

Pemerintah Tak Perlu Minta Maaf Kepada PKI

Pemerintah Tak Perlu Minta Maaf Kepada PKI

Dr. ‘Aidh Al-Qarni Diharap Hadiri ICIS III

Dr. ‘Aidh Al-Qarni Diharap Hadiri ICIS III

Yusril: Perpu Antiteroris Beda dengan UU Subversif

Yusril: Perpu Antiteroris Beda dengan UU Subversif

PKS Dukung Dibentuknya Badan Perwakilan Perlindungan TKI

PKS Dukung Dibentuknya Badan Perwakilan Perlindungan TKI

Baca Juga

Berita Lainnya