Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fenomena Dolly: Dari Praktek Kemusyrikan hingga Dijual Suami Sendiri

JITU/Eza
Ngadimin Wahab (60): Banyak wanita dijual ke Dolly oleh suaminya sendiri
Bagikan:

Hidayatullah.com–Selain marak dengan praktek perzinaan, praktek kemusyrikan pun menjamur di lokalisasi Dolly.

Para mucikari dan wanita tuna susila (WTS) Dolly dikenal cukup akrab dengan praktek perdukunan. Alasan mereka datang ke dukun cukup beragam, mulai demi meningkatkan pendapatan sampai menyingkirkan pesaing.

Setiap wisma prostitusi di Dolly misalnya, lazim memiliki altar sesajian. Keterangan ini dihimpun Tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang terjun ke lokaliasi terbesar menjelang ditutup Pemerintah Kota Surabaya tanggal 18 Juni, besok.

Ngadimin Wahab (60) alias pak Petruk, anggota Ikatan Da’i Area Lokalisasi (IDIAL) yang juga berprofesi sebagai juru ruqyah di Dolly  memberikan keterangan menarik.

“Praktek kemusyrikan di Dolly memang marak, saya pernah menangani kasus pelacur yang di guna-guna (santet) oleh suaminya sendiri,” papar pak Petruk di rumahnya kepada tim JITU, Selasa (17/06/2014).

Dari pemaparan pak Petruk, Tim JITU mendapat informasi bahwa banyak wanita yang dijual ke Dolly oleh suaminya sendiri.

Wanita-wanita ini biasa dijual seharga 2 juta rupiah. Selesai dijual, biasanya para suami ini akan meminta setoran hasil pelacuran istri-istri mereka.

“Wanita ini diguna-guna oleh suaminya sendiri agar tidak kabur dari Dolly dan terus menjadi sapi perah,” ungkap pak Petruk dengan nada sedih.

Untuk memerangi praktek kemusyrikan di Dolly, dalam setiap kesempatan, pak Petruk selalu mendakwahkan pentingnya bertauhid.

“Biasanya saat saya meruqyah selalu saya sampaikan kepada mereka (WTS) untuk bertaubat dan memperbaiki keimanan dan tauhid,” ujar pak petruk.*/ [surya,eza/JITU]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI akan Keluarkan Pendapat tentang Ahok dan Menyampaikannya ke Kapolri

MUI akan Keluarkan Pendapat tentang Ahok dan Menyampaikannya ke Kapolri

Ajang Silaturahim Alumni 212, Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Ajang Silaturahim Alumni 212, Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Tiga Masjid-Mushalla Dibangun di Pulau Terluar Samudera Hindia

Tiga Masjid-Mushalla Dibangun di Pulau Terluar Samudera Hindia

Lebih 103 Mesjid di Tasikmalaya Rusak Akibat Gempa

Lebih 103 Mesjid di Tasikmalaya Rusak Akibat Gempa

Kemenag Buka Kembali Program Aliyah Kejuruan

Kemenag Buka Kembali Program Aliyah Kejuruan

Baca Juga

Berita Lainnya