Jelang Ramadhan, Ini Tips Mudah Tahajud

Cepat tidur dan niat. Kalau tidak, akan susah bangun. Sudah terbukti di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.

Jelang Ramadhan, Ini Tips Mudah Tahajud
Muh. Abdus Syakur
Tausyiah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan Ustadz Zainuddin Musaddad.

Terkait

Hidayatullah.com–Bulan suci Ramadhan 1435 H sebentar lagi tiba. Umat Islam diimbau terusĀ  mematangkan persiapannya, seperti membiasakan diri bangun shalat lail (tahajud).

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan Ustadz Zainuddin Musaddad punya tips khusus agar mudah bangun tahajud. Di antaranya dengan mempercepat tidur di malam hari.

“Cepat tidur dengan niat untuk (bangun) shalat malam,” ujarnya dalam tausiyah singkat usai shalat Shubuh berjamaah di Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 16 Sya’ban 1435 H (14/6/2014).

Menurut Zainuddin, dengan cepat tidur, seseorang akan lebih cepat bangun. Sebaliknya, jika telat tidur, bangunnya juga telat.

Ukuran cepat tidur, menurutnya, berkisar pada jam 10 malam. Jika asumsinya seseorang berusia sekitar 35-40 tahun, maka membutuhkan waktu tidur 4 jam.

“Kalau tidur jam 10 (malam), insya Allah jam 02.30 (dinihari) sudah bisa bangun,” ungkapnya di depan beratus-ratus jamaah ar-Riyadh.

Niat dan Tradisi Pesantren

Namun, jelas Zainuddin, cepat tidur juga harus diiringi niat untuk bangun tahajud. Keberadaan niat ini sangat penting.

“Niat modal bangun tahajud. Dengan niat (tersebut) jadikan tidur (ber)berkah, “ujarnya.

Jika cepat tidur dan niat tahajud tidak dimiliki, Zainuddin mengkhawatirkan seorang Muslim susah bangun pada tengah malam atau pagi dinihari.

Memang, katanya, ada orang yang meskipun tidurnya telat, sekitar jam 23.00-00.00, tapi bisa bangun cepat sekitar jam 03.00. Namun hanya sedikit orang yang bisa begitu.

“(Palingan) itu hanya 1-2 orang,” ujarnya.

Di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak sendiri ada tradisi membangunkan jamaah tiap malam, khususnya di bulan Ramadhan. Caranya dengan diumumkan di masjid dan dengan petugas khusus berkeliling kampus yang ‘menggeber-geber’ sepeda motor.

Kalau dua tips di atas tidak dimiliki seorang Muslim, “Biar motor yang paling gede suaranya bisa 1 kampus, insya Allah nggak bangun-bangun,” ujar Zainuddin mewanti-wanti.

Di pesantren tersebut, ungkapnya, kini semakin terlihat kemajuan persiapan menyambut Ramadhan. Indikatornya terlihat dari bertambahnya jamaah yang datang ke masjid untuk tahajud.

“Ayo ‘bismillah’, jangan mundur, terus (tingkatkan),” serunya dari atas mimbar.

Sebelumnya, Sabtu dinihari itu dalam pantauan Hidayatullah.com, terdengar suara pengumuman seruan bangun tahajud dari pengeras suara masjid.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur

Editor: Syaiful Irwan

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !