Selasa, 26 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Din: Muhammadiyah tak Berpihak pada Satu Capres

muhammadiyah.or.id
Tanwir Muhammadiyah 2014 di Samarinda
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan organisasi Islam yang dipimpinnya itu tidak akan berpihak pada salah satu pasangan calon presiden.

“Berdasarkan hasil Muktamar Muhammadiyah pada 1975 di Makassar, Sulawesi Selatan, Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan partai politik sebab organisasi ini merupakan gerakan dakwah dan gerakan kebudayaan sehingga tidak ada hubungan organisatoris dengan partrai politik manapun termasuk dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden,” ungkap Din Syamsuddin Sabtu, (24/05/2014) di hadapan calon presiden yang diusung Koalisi Merah Putih Prabowo Subianto, pada Tanwir Muhammadiyah 2014 di Samarinda, Sabtu.

Namun, Muhammadiyah, kata Din Syamsuddin, tetap memberi kebebasan kepada anggotanya untuk memilih salah satu pasangan calon presiden dan wail presiden pada 9 Juli 2014.

“Organisasi memberi kebebasan kepada anggotanya untuk memilih secara cerdas pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dinilai mampu menunaikan cita-cita Muhammadiyah dan cita-cita nasional yakni membawa Indonesia maju, adil dan makmur,” kata Din Syamsuddin.

Kepada Prabowo Subianto yang datang pada Tanwir Muhammadiyah 2014 itu, Din Syamsuddin menyampaikan kriteria calon pemimpin nasional berdasarkan hasil keputusan Tanwir Muhammadiyah 2012.

“Amanat Muhammadiyah yang menjadi keputusan Tanwir 2012 tentang kriteria pemimpin yang diperlukan bangsa ini di masa mendatang yakni, harus mampu menjadi pemimpin pencipta solidaritas yang mengayomi seluruh elemen bangsa sebab dia bukan presiden milik partai politik pengusung tetapi tetapi presiden bangsa Indonesia,” kata Din Syamsuddin.

Presiden ke depan, lanjut Din Syamsuddin, juga diharapkan menjadi pemimpin yang dapat menyelesaikan berbagai masalah, serta berani mengambil risiko.

“Kriteria pemimpin ke depan yang juga menjadi harapan Muhammadiyah yakni yang memiliki komitmen moral khususnya komitmen terhadap pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” ungkap Din Syamsuddin.

Sebelumnya, calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo pada Sabtu pagi juga sempat datang ke Tanwir Muhammadiyah 2014 yang berlangsung di Hotel Mesra Indah Samarinda.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hasil Survei, Akhir Tahun 2021, PBNU Akan Punya Ketua Umum Baru

Hasil Survei, Akhir Tahun 2021, PBNU Akan Punya Ketua Umum Baru

Ketua MUI: Hanya Pembenci islam Yang Adakan Lomba Busana Mirip Teroris

Ketua MUI: Hanya Pembenci islam Yang Adakan Lomba Busana Mirip Teroris

FPI Berharap Rakyat Indonesia Tak Jadi Budak di Negeri Orang

FPI Berharap Rakyat Indonesia Tak Jadi Budak di Negeri Orang

sidang-habib-rizieq

HRS: Saya Tidak Pernah Mendapatkan Keadilan Kalau Sidangnya Melalui Online

Aksi Indonesia Gawat Darurat, Mahasiswa Sumbar Ultimatum Jokowi

Aksi Indonesia Gawat Darurat, Mahasiswa Sumbar Ultimatum Jokowi

Baca Juga

Berita Lainnya