Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

BNN Jabar Minta Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

ilustrasi
pengguna narkoba
Bagikan:

Hidayatullah.com—Peredaran narkoba saat ini sudah pada tingkat yang mengkawatirkan, selain lingkungan pendidikan umum seperti sekolah, kampus bahkan disinyalir masuk lingkungan pesantren.

Melihat kondisi demikian diharapkan masyarakat lebih meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan. Demikian disampaikan salah satu Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat,Dr.Isep Zainal Arifin,M.Ag kepada hidayatullah.com ,usai menjadi pembicara dalam sebuah acara di Bandung,  Senin.

Isep menambahkan ,saat ini boleh dikatakan tidak ada kawasan lingkungan,termasuk lingkungan pendidikan yang steril dari peredaran narkoba.

“Tidak ada sekolah dan kampus yang aman dari peredaran narkoba. Mereka begitu massif dan teroganisirnya dalam jaringan peredaran narkoba hingga mampu menembus semua lingkungan,”imbuhnya.

Menurutnya sekolah dan kampus dalam kategori “the have” yang rawan menjadi sasaran peredaran narkoba tersebut.Hal ini disebabkan selain para siswa dan mahasiswa berasal dari kalangan menengah atas juga dari sisi gaya hidup yang lebih terbuka dan modern.

Selain itu menurut Isep,lingkungan pendidikan yang mulai menjadi sasaran peredaran narkoba adalah pesantren.

Dipilihnya  pesantren, sambungnya, karena tempat ini dianggap aman dalam melakukan transaksi baik pengedar maupun para pemakai . Selain menjadi target peredaran dan berlindung di tempat aman juga para pengedar mempunyai motif untuk menghancurkan pesantren.

“Kita berharap Dewan Santri atau para pengurus pesantren bisa berkoordinasi dengan BNNP baik untuk antisipasi maupun cara penanggulangannya,”ajaknya.
Untuk itu pihaknya akan bekerja sama dengan MUI dan minta masukan dari lembaga ulama tersebut.

Pihaknya berharap melalui MUI, lembaga ulama tersebut bisa menggerakan jaringan majelis taklim, pesantren dan madrasah hingga tingkat bawah serta perguruan tinggi Islam untuk menyelamatkan bangsa dari bahaya narkoba.

Sementara disinggung soal jumlah pengguna narkoba hingga saat ini ,Isep menjelaskan menurut data  sekarang prevalensinya sekira 2,4 % dari jumlah penduduk Indonesia atau  1.000:20. Artinya setiap 1.000 penduduk atau orang maka 20 orang adalah pengguna narkoba. Dengan melihat kondisi demikian dirinya berharap masyarakat jangan merasa tenang dan aman dari ancaman nokoba.

Pihaknya juga siap berbagi ilmu agar masyarakat mampu melakukan deteksi gejala dini untuk mengenal jika dilingkungannya sudah ada tanda pengedar atau pengguna narkoba. Selain itu ia berharap para dai juga bisa menyampaikan bahaya narkoba tersebut kepada umat atau jamaahnya selain mengisi ceramah dengan bermaterikan ajaran Islam.

Isep juga menyinggung bahwa saat ini Jabar menempati rangking ke dua setelah Jakarta dalam hal peredaran dan pengguna narkoba. Hal ini disebabkan wilayah Jabar menjadi transit sebelum masuk Ibu Kota.

“Kondisi saat ini sebenarnya bukan lagi bahaya narkoba namun sudah bencana. Narkoba ini tidak pandang usia ,semua usia kena dari anak SD hingga orangtua. Juga tidak kenal profesi,dari ibu rumah tangga,pelajar,guru,pejabat,anggota dewan hingga aparat penegak hukum. Untuk itu bencana narkoba ini harus menjadi perhatian dan tindakan pencegahan dari semua kalangan,”tukasnya.*

Rep: Ngadiman Djojonegoro
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

JK: Katakan ‘Tidak’, Ternyata Masih Korupsi

JK: Katakan ‘Tidak’, Ternyata Masih Korupsi

Syiah yang Dilarang Malaysia Memiliki Kesamaan Ajaran dengan Syiah Indonesia

Syiah yang Dilarang Malaysia Memiliki Kesamaan Ajaran dengan Syiah Indonesia

Soal Penindakan Hoax, DPR: BSSN Bukan Lembaga Hukum

Soal Penindakan Hoax, DPR: BSSN Bukan Lembaga Hukum

WNA asal Jepang Masuk Daftar Pemilih Tetap Minahasa Utara

WNA asal Jepang Masuk Daftar Pemilih Tetap Minahasa Utara

Salah Tangkap, Densus Lepas Dua Warga Muhammadiyah

Salah Tangkap, Densus Lepas Dua Warga Muhammadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya