Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Berzakat Setara Berjuang di Jalan Allah

ilustrasi: Badan Amil Zakat BMH memberikan bantuan pada masyarakat
Bagikan:

Hidayatullah.com–Jangan khawatir berjalan di jalan Allah. Rezeki akan terus mengalir. Kita hanya perlu memberikan yang terbaik bagi kejayaan Islam.
Demikian pakar perbankan syariah, Adiwarman Karim meyakinkan para peserta seminar fiqih zakat bertajuk “Dengan Zakat, Sucikan Harta dan Diri” yang diadakan Lazis Arrahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQL).

Menjelaskan pentingnya zakat, peraih gelar MBA dari European University  di Belgia itu mencontohkan upaya seorang nenek tua yang menyumbangkan seutas tali sepanjang 40 CM untuk kemenangan umat Islam dalam perang Badar.

“Cuma itu yang dimiliki. Nggak ada yang lainnya. Tapi nenek itu do her best. Maka Allah meninggikan derajatnya,”ucap pria yang akrab dipanggil Adi di markas AQL di Tebet, Jakarta Selatan. Salah satu petinggi Quraiys tertangkap. Dan tidak ada tali untuk mengikat tangannya selain tali pemberian nenek tersebut.

Balasan atas tindakan terbaik juga terjadi pada seorang budak hitam penjaga sebuah kebun pada masa para sahabat Rasulullah.

Jerih payahnya menjaga kebun hanya dihargai tiga potong roti oleh sang majikan. Pada saat hendak memakan roti, datang seekor anjing kelaparan. Satu persatu roti, diberikannya pada anjing tersebut padahal budak itu juga tidak kalah laparnya.
Kejadian tersebut dilihat oleh salah satu sahabat Rasulullah, Abu Thalhah. Ia menghampiri budak tersebut dan bertanya: ”Bagaimana kamu bisa menjaga kebun itu dengan baik jika kamu tidak memiliki tenaga karena rotimu engkau berikan pada anjing tadi?” Pertanyaan Abu Thalhah, dijawab oleh si budak: “Demi dzat yang nyawaku berada di tangan-Nya.” Ia menambahkan, Ia tidak takut kehilangan roti karena rezeki Allah akan bertebaran dimana saja. Jawaban itu membuat Abu Thalhah terkejut dan memandang dengan decak kagum.

Singkat cerita, Abu Thalhah menjumpai pemilik kebun sembari mengutarakan niat membeli kebun beserta si penunggunya.

Bukan cuma itu, Abu Thalhah juga memberi kebebasan pada budak tersebut sebagai orang yang merdeka. Sekaligus Ia juga menghadiahkan secara cuma-cuma kebun yang baru saja dibelinya pada orang yang baru saja dimerdekakannya itu,” itulah hasil pemberian terbaik, ujar Adi.

Adi juga mengajak peserta memahami esensi berzakat. Jika sudah mengetahui betapa totalitas berjuang di jalan Allah menuai berkah tak terkira, begitu juga dengan zakat. Zakat adalah bagian dari jihad di jalan Allah. Menunaikannya tanpa banyak perhitungan, juga akan menuai ridha Allah.

“Jangan pernah takut sama rezeki! Udah ada schedulenya. Kagak bakalan salah alamat. Lu takutin apa, sih? Ini urusannya, urusan ikhlas. Kalau ikhlas kayak begitu,”ucapnya tandas.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bachtiar Nasir Imbau Masyarakat Jauhi Framing Berita yang Mengadu Domba Umat

Bachtiar Nasir Imbau Masyarakat Jauhi Framing Berita yang Mengadu Domba Umat

Seorang Muslim Harus Merasa Mulia dengan Agamanya

Seorang Muslim Harus Merasa Mulia dengan Agamanya

Komisi IV Ingatkan Kementan Berhati-hati Klaim Stok Pangan Aman

Komisi IV Ingatkan Kementan Berhati-hati Klaim Stok Pangan Aman

MUI Dinilai Sudah Tepat Menyikapi Masalah Khitan Perempuan

MUI Dinilai Sudah Tepat Menyikapi Masalah Khitan Perempuan

Lebih Jernih Membaca Kasus Hafitd dan Assyifa

Lebih Jernih Membaca Kasus Hafitd dan Assyifa

Baca Juga

Berita Lainnya