Ahad, 17 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

SMRC: Prabowo Kuat, Jokowi Melemah

Actual.co
Fadhli Zon: Fadli menegaskan bahwa figur-figur ini mestilah mempunyai silsialah jelas, misal keluarga. Dari mana ia. Siapakah ia
Bagikan:

Hidayatullah.com— Elektabiltas calon presiden (Capres) yang diusung Gerindra, Prabowo Subianto dinilai lebih kuat dibanding Joko Widodo (Jokowi) yang diusung PDI-P, hal ini disebabkan karena elektabiltas Prabowo kian meningkat, sedangkan Jokowi terus menurun.

Hal ini terungkap dalam survei “Koalisi Capres, Elite vs Massa Pemilih”, yang dirilis pada 4 Mei 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Survei yang dilakukan pada 20-24 April 2014, menggunakan sampel 2040 responden, dengan margin of error +- 2,2% dan tingkat kepercayaan pada 95%.

“Di sini sangat terlihat persentase elektabilitas Jokowi berbeda sedikit dengan Prabowo,” demikian temuan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Ahad (04/05/2014) siang.

Dalam survei yang merupakan kerjasama SMRC dengan The Comparative National Election Project (CNEP) ini, fokus ada pada koalisi yang bertumpu pada elektabilitas tokoh partai menurut lima tertinggi perolehan suara partai.

Partai yang memimpin koalisi adalah PDIP yang mengusung Joko Widodo, Golkar pengusung Aburizal Bakrie, Gerindra dengan Prabowo sebagai capres, Demokrat (Dahlan Iskan) dan atau PKB (Mafhud MD).

Ketika lima nama tersebut bertarung, maka Jokowi akan memimpin dengan 44,3%, Prabowo 28,4%, Aburizal 9,0%, Dahlan Iskan 3,1%, Mahfud MD 1,7%, 13,4% sisanya belum tahu. Namun, jika dikerucutkan hanya pada tiga pasangan maka Jokowi akan memperoleh 47,1%, Prabowo 32,1%, Aburizal 9,2%, yang menjawab belum tahu turun menjadi 11,5%.

Pada simulasi dua nama, Jokowi vs Prabowo, Jokowi mendapat 51,6% dan Prabowo 35,7%, belum tahu sebesar 12,7%. Namun, tren head to head antara mereka berdua, sejak Desember 2013 hingga April 2014, suara Jokowi cenderung terus turun, dari 62% menjadi hanya 52%. Kebalikan dari itu, Prabowo justru punya tren positif, dari 23% ke 36%, pada periode yang sama.

Menurut SMRC dengan menunjuk hasil simulasi survey, di dalam politik apapun bisa terjadi. Misalnya saja yang sedang di atas angin bisa menuju ke bawah. Hal biasa, sekalipun menyerang lawan, itu sama dengan relatifnya bertahan.

“Dalam politik jangan gegabah. Menyerang dan bertahan itu relatif,” ucap Choel Malarangeng.

Sementara Sekjen Gerindra, Fadli Zon ikut menanggapi hasil survey (simulasi) SMRC. Ia mengemukakan dan nampak sedikit “menyentil” lawannya, bahwa saat ini merupakan pertarungan figur. Sebab itu, Fadli menegaskan bahwa figur-figur ini mestilah mempunyai silsialah jelas, misal keluarga. Dari mana ia. Siapakah ia.

Menurut Fadli Zon salah seorang Capres pun selayaknya mempunyai visi misi yang jelas. Lalu perhatikan track recordnya.

“Pertarungan ini adalah pertarungan figur. Rakyat harus tahu silsilah keluarga capres. Visi dan misi pun harus jelas,” imbuhnya.

Acara ini turut dihadiri: Choel Malarangeng (Golkar), Fadli Zon (Gerindra), Ramadhan Pohan (Demokrat), dan Hasto Kristianto (PDIP).*

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Anies Dorong Masjid Berfungsi Optimal Seperti di Era Rasulullah

Anies Dorong Masjid Berfungsi Optimal Seperti di Era Rasulullah

Nikah Mut’ah Dinilai Perzinahan yang Dikemas dengan Agama

Nikah Mut’ah Dinilai Perzinahan yang Dikemas dengan Agama

Sumbar Akan Bangun Asrama Haji Embarkasi Baru

Sumbar Akan Bangun Asrama Haji Embarkasi Baru

PARMUSI Desak Kabareskrim segera Tetapkan Ahok sebagai Tersangka

PARMUSI Desak Kabareskrim segera Tetapkan Ahok sebagai Tersangka

Pasca KTT APEC: Liberalisasi Perkuat Dominasi Asing dan Setir Indonesia

Pasca KTT APEC: Liberalisasi Perkuat Dominasi Asing dan Setir Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya