Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Perbedaan Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan karena tak adanya ‘Ulil Amri’

Ilustrasi: ANT
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kedatangan bulan Ramadhan dan Idul Fitri kurang dari dua bulan lagi.  Namun, bulan suci dan hari raya acap kali hadir ditandai dengan adanya ‘ketegangan’ antar kelompok akibat perbendaan penetapan bulan.

Selasa (29/04/2014) kemarin, bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta dilangsungkan sarasehan bertajuk “Astofotografi sebagai Rukyat Bil-ilmi”.

Dalam Workshop yang sebelumnya telah dibuka Mendikbud Mohammad Nuh dan dihadiri pakar Astrofotografi dari Prancis, Thierry Legault, ia menjelaskan rukyat dalam Bahasa Arab sendiri bukan hanya berarti melihat secara kasat mata, namun melihat secara mengetahui.

“Jadi, rukyat itu bisa bil ilmi (dengan pengetahuan/iptek) dan metode astrofotografi itu hakekatnya merupakan rukyat bil ilmi juga,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam pembukaan.

Sementara pakar Astrofotografi Thierry Legault, menjelaskan alat astrofotografi itu bisa diprogram secara “computerized” untuk mengarah kepada objek tertentu, lalu alat itu akan mengikuti pergerakan objek sesuai keinginan pengguna alat.

Sementara itu, penggagas acara “Astrofotografi sebagai Rukyat Bil-ilmi” Agus Mustofa  mengatakan masalah utamanya perbebedaan karena subyektivitas yang terlalu besar sehingga sulit dipertemukan.

Menurutnya, di dalam hal teknis pun dalil ditafsiri dengan berbeda.

“Subyektivitas terlalu besar. Dalil pun ditafsiri berbeda,” ucap penulis buku-buku tasawuf lulusan Teknik Nuklir, Universitas Gadjahmada (UGM), Yogyakarta ini.

Sebelum menggelar Workshop, ia sempat menulis buku berjudul ‘Jangan asal Ikut-ikutan Hisab & Rukyat’.

Hadir dalam acara itu perwakilan PBNU Masdar Farid Mas’udi Prof. Syamsul Anwar, Ketua Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammaadiyah dan Mr. Thierry Legault dari Prancis.

Sementara itu Masdar Farid berpendapat bahwa terjadinya “ketegangan” di setiap penentuan bulan Ramadhan dan Idul Fitri lebih disebabkan karena tidak adanya pemimpin yang dianggap ulil amri. Tidak seperti jaman Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Sahabat.  K.H Masdar pun mengingatkan bahwa rukyat itu sangat penting menentukan bulan.

“Jaman Rasul rukyat paling penting. Tidak berbarengan karena ada ulil amri,” ujarnya.*

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

SPR Laporkan Burhanudin Muhtadi  ke polisi

SPR Laporkan Burhanudin Muhtadi ke polisi

Tokoh Iran Klaim Dukung pada Suriah Bukan Karena Kepentingan Syiah

Tokoh Iran Klaim Dukung pada Suriah Bukan Karena Kepentingan Syiah

Jokowi Arahkan Para Menteri Debat Dalam Rapat, Bukan di Luar

Jokowi Arahkan Para Menteri Debat Dalam Rapat, Bukan di Luar

Anton Tabah: Kenapa Alasan Blokir Hanya Karena Menjelek-jelekkan Jokowi?

Anton Tabah: Kenapa Alasan Blokir Hanya Karena Menjelek-jelekkan Jokowi?

Pasca Penembakan Guru Ngaji, Kafe Ponti Ditutup

Pasca Penembakan Guru Ngaji, Kafe Ponti Ditutup

Baca Juga

Berita Lainnya