Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pasca 11 September Muslim Amerika Dituntut Jelaskan Islam yang Sebenarnya

Reuters
Komunitas Muslim memprotes perlakukan kasar yang dilakukan polisi New York dalam kegiatan pengintaiannya.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ada 6-7 juta penduduk Muslim di Amerika dan jumlah tersebut tumbuh dengan cepat melalui imigrasi, konversi, dan kelahiran dari generasi baru.

Demikian data yang disampaikan oleh Jaye Starr dalam kuliah umum bertajuk, “Islam and Muslims in America” yang diselenggarakan oleh American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) bekerjasama dengan Program Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), pada hari Selasa, (29/04/2014) di Kampus UII Yogyakarta.

Menurut Jaye Starr, komposisi demografis penduduk Muslim tersebut berasal dari Asia Selatan sebanyak 33%, Afrika Amerika 30%, Arab 25%, Eropa 2%, Asia Tenggara 2% dan lainnya sebesar 5%.

Sedangkan kota-Kota yang terdapat banyak penduduk Muslim adalah Boston, New York, Philadelphia, DC, San Francisco/Berkley, Minneapolis, Chicago, dan Detroit.

Runtuhnya Gedung WTC, 11 September 2011 juga berdampak bagi kaum Muslim di Amerika. Bila sebelum peristiwa tersebut kaum Muslim cenderung eksklusif (tertutup), maka setelah peristiwa itu kaum Muslim dituntut untuk menjadi warga inklusif (terbuka).

Selain untuk berbaur hidup dengan pemeluk agama lain, kaum Muslim akhirnya dituntut untuk mengenalkan potret Islam yang sesungguhnya yang selama ini dianggap sebagai sumber lahirnya kekerasan. Menjadi warga yang inklusif juga dimaksudkan untuk mengurangi Islamophobia (ketakutan pada Islam) yang berkembang di negeri Paman Sam tersebut.

Keberadaan organisasi kaum Muslim yang berkembang di Amerika juga ikut mendorong terwujudnya dialog antar kaum Muslim dan penganut agama lain.

Organisasitersebut, diantaranya adalah Muslim Student Association (MSA), Islamic Society of North America (ISNA), dan Islamic Circle of North America (ICNA).

Jaye Starr menegaskan perkembangan yang baik ini membutuhkan partisipasi kaum Muslim Amerika yang lebih tinggi untuk dapat terlibat dalam kehidupan sosial, politik dan bidang lainnya.

Jaye Starr adalah seorang Muslimah dari Amerika yang sedang belajar S2 program Islamic Studies & Christian-Muslim Relations di Hartford Seminary, USA. Ia adalah seorang muallaf yang telah memeluk agama Islam selama 5 tahun.*/kiriman M Chozin Amirullah, Communication and Networking AIFIS

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muhammadiyah Kecewa Putusan MK Soal Kolom Agama dan Kepercayaan

Muhammadiyah Kecewa Putusan MK Soal Kolom Agama dan Kepercayaan

IAIN Walisongo dan AFKN Tugaskan Mahasiswa Berdakwah di Papua

IAIN Walisongo dan AFKN Tugaskan Mahasiswa Berdakwah di Papua

Pat Robertson dan James T Riady Pernah Berencana Bangun TV Misionaris

Pat Robertson dan James T Riady Pernah Berencana Bangun TV Misionaris

Tim Dokter Polri Akan Membantu Operasi Ba`asyir

Tim Dokter Polri Akan Membantu Operasi Ba`asyir

Fahira Ingin Pimpinan MPR dari DPD Berani dan Kritis

Fahira Ingin Pimpinan MPR dari DPD Berani dan Kritis

Baca Juga

Berita Lainnya